"Beliau adalah seorang ibu yang menyayangi seluruh anak-anaknya.
Saya beruntung sekali diangkat oleh beliau sebagai salah satu anaknya yang cukup dekatlah.
Dia sangat sayang sama semuanya, cinta semuanya, disiplin juga," puji Anjasmara.
Di samping itu, ada penyesalan mendalam lantaran tak sempat bertemu dengan Rachmawati Soekarnoputri.
Ini adalah penyesalan kedua setelah kepergian almarhum sang ayah, Benny Soemarmo.
Baca: Semakin Naik, Covid-19 di Indonesia Bertambah 27.913 Dalam Sehari
Baca: Pengusaha Oksigen Samator Group, Arief Harsono Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Covid-19
"Ini yang kedua kalinya lah sebelumnya almarhum Papa saya," aku Anjasmara.
"Mudah-mudahan Bu Rachma dilapangkan kuburnya. Diberikan tempat yang terbaik di antara yang paling baik oleh Allah SWT.
Dan kepada seluruh pihak, saya mohon agar Ibu Rachma diberikan doa agar segala sesuatunya dilancarkan bagi beliau dan bagi keluarga yang ditinggalkan. Tetap kuat, tetap ikhlas, dan bisa menjalani kehidupan sebagaimana mestinya," mohon Anjasmara untuk kepergian Rachmawati Soekarnoputri.
Diberitakan sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia pada Sabtu (3/7/2021).
Adik Megawati Soekarnoputri itu menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.15 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Rachmawati sempat dirawat di rumah sakit akbat terpapar Covid-19.
Putri Presiden pertama RI Soekarno itu meninggal dunia pada usia 70 tahun.
Pemilik nama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarno ini lahir di Jakarta pada 27 September 1950.
Ia adalah politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bung Karno, dan pendiri Partai Pelopor.
Simak artikel lainnya mengenai Rachmawati Soekarnoputri di sini
(Tribunnewswiki.com/Saradita)