Hasil Penelitian, Kucing dan Anjing Bisa Tertular Pemiliknya yang Positif Covid-19

Sebagian besar hewan peliharaan yang terinfeksi Covid-19 umumnya tidak memperlihatkan gejala atau bahkan hanya menunjukkan gejala ringan.


zoom-inlihat foto
cat1.jpg
instagram.com/@alinutrioficial
llustrasi kucing. Penelitian mengungkapkan bahwa Covid-19 umum menginfeksi kucing dan anjing peliharaan yang pemiliknya didagnosis positif.


"Tampaknya tidak mungkin hewan peliharaan berperan dalam pandemi ini," ucapnya.

Hampir Semua Kota di Pulau Jawa Ada Varian Corona Delta

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengungkapkan varian Delta saat ini telah ditemukan hampir di seluruh kota di Pulau Jawa,

"Kalau kita melihat di beberapa kota di Pulau Jawa ini hampir semuanya sudah kita ketemu adanya varian Delta," ujar Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (29/6/2021).

Fakta tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat kenaikan kasus Indonesia ini cukup signifikan bila dibandingkan situasi pada bulan Desember hingga Januari.

"Kita lihat ini bulan itu seperti DKI Jakarta, daerah jumlah tertinggi bahkan dua kali lipat dari jumlah yang sebelumnya ditemukan di Desember dan Januari," ungkapnya.

Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta
Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta (The Scotsman)

Dalam beberapa penelitian, varian Delta dinyatakan memiliki sifat yang mudah menular.

Varian B.1617 yang pertama kali ditemukan di India tersebut memiliki kecepatan penularan enam kali lebih cepat ketimbang varian Alfa.

"Varian baru lebih cepat menular dan kita tahu bahwa varian baru ini memang kecepatan penularannya itu bisa enam kali dari varian Alfa. Jadi ini yang tentunya membuat peningkatan kasus kita berjalan secara eksponensial. Kita bisa lihat sekarang penemuan kasus kan menyentuh angka 20 ribu, 21 ribu, di atas 15 ribu beberapa hari ini," paparnya.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa varian Delta dapat menurunkan tingkat efikasi vaksin seperti Sinovac maupun AstraZeneca.

"Belum ditemukan bukti yang cukup ya bahwa varian Delta ini kemudian menyebabkan terjadinya pengurangan dari efikasi vaksin," kata dr Nadia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, TRIBUNNEWS.COM)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR COVID-19 DI SINI

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved