Tak berdaya digelandang polisi
Aksi pembunuhan itu sempat membuat heboh warga yang kebetulan melintas dan berada di alun-alun.
Sebelum polisi datang, warga mengamankan pelaku yang saat itu sudah tak berdaya.
Anggota Satreskrim Polres Trenggalek kemudian menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat olah TKP dilakukan, korban dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan dekat becaknya.
Darah akibat sabetan benda tajam yang diduga berupa sabit berkucur di sekitar tubuhnya.
TKR yang menggunakan baju baju garis-garis warna hitam-kuning itu tengkurap dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan membenarkan bahwa terduga pelaku telah dibawa ke Mapolres Trenggalek.
“Langsung kami amankan di lokasi kejadian,” kata Tatar.
Motif didalami polisi
Tatar mengaku masih mendalami motif pelaku hingga tega membacok rekannya yang berinisial TKR.
Terlebih, pelaku dan korban adalah teman sesama tukang becak yang biasa mangkal di tempat yang sama, yakni di sisi utara Alun-Alun Trenggalek.
Berdasarkan permeriksaan sementara, Tatar juga membenarkan bahwa aksi keji itu disulut oleh cekcok di antara keduanya.
Bahkan, masih berdasarkan pemeriksaan awal polisi, kedua tukang becak itu sudah sering jengkel satu sama lain karena beberapa hal.
“Ada yang karena rebutan penumpang. Ada juga yang karena rebutan uang kalau ada orang yang ngasih uang. Bermacam-macam. Dan kejadian ini akumulasi dari kejengkelan-kejengkelan yang terjadi berkali-kali,” tutur Tatar.
(tribunnewswiki.com/RAK, Surya.co.id/Aflahul Abidin)
Baca lebih lengka seputar berita terkait lainnya di sini
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul "Kronologi Tukang Becak Tewas Dibacok di Alun-alun Trenggalek Dipicu Rebutan Rejeki Tak Terduga"