TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kecelakaan di laut terjadi pada Selasa (29/6/2021) malam.
Kapala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, KMP Yunice, tenggelam di Selat Bali.
KMP Yunice ini diketahui hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk.
Namun naas, KMP Yunice tenggelam sebelum sampai ke pelabuhan.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun-Bali.com, KMP Yunice berangkat dari Ketapang pada pukul 18.12 WITA.
Kapal tenggelam terseret arus saat hampir sampai ke pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 19.12 WITA.
Menurut keterangan saksi, tak ada peringatan apapun saat kapal tenggelam seperti dilansir Surya.co.id.
Penumpang hanya mengetahui tiba-tiba kapal miring.
Hingga akhirnya kapal tenggelam dan membuat penumpang panik.
Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, menduga KMP Yunice tenggelam karena terseret arus.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut hingga Rabu pagi (1/7/2021).
Baca: KMP Yunice Tenggelam di Perairan Selat Bali, 14 Orang Masih Belum Ditemukan
Menurut AKBP Adi Wibawa, petugas masih fokus dalam evakuasi korban.
Proses pencarian korban dilakukan Sat Pol Airud Polres Jembrana dipimpin langsung Kapolres Jembrana, Tim Basarnas Jembrana, BPBD Jembrana, Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk, dan para nelayan tradisional Gilimanuk.
Diketahui KMP Yunice membawa penumpang 41 orang dan kru kapal 15 orang.
Data sementara korban yang ada di Puskesmas Gilimanuk yaitu :
1. Abdul Koyum, Lk, Gresik 14-07-1965, Islam, Peg ASDP, Alamat Pirwodadi 24 002/004 Ds. Jepara, Kec Bubutan Surabya (MD).
2. Ariana Niken, pegawai Loket ASDP (MD).
3. Alfiana Putri Sugiarti, Penumpang (MD).
4. Laki Laki, Baju Hitam,Celana Loreng, Tanpa Identitas (MD).
5. Sri Rrahayu, Pr, Jember 10-10-1955, Alamat Jln Salak No. 12 Lingk. Pertukangan Loloan Barat Negara Jembrana (MD).