Film Pulau Plastik, Ceritakan Dampak Mengerikan Polusi Sampah Plastik, Tayang di Bioskop Online

Dalam film Pulau Plastik, terkuak 3 fakta mengerikan tentang dampak polusi plastik bagi lingkungan dan juga kesehatan manusia.


zoom-inlihat foto
Film-Pulau-Plastik.jpg
Bioskop Online
Film Pulau Plastik menceretikan betapa mengerikannya dampak dari polusi sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Film dokumenter Pulau Plastik tayang dalam periode terbatas, mulai 25 Juni - 4 Juli 2021 melalui aplikasi Bioskop Online.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Film Pulau Plastik sudah bisa ditonton mulai hari ini, (25/6/2021) melalui aplikasi Bioskop Online atau lewat di situs www.bioskoponline.com.

Tayang dalam periode terbatas hingga Minggu (4/7/2021), film dokumenter Pulau Plastik merupakan karya kolaborasi dari Visinema Pictures, Kopernik, Watchdoc dan Akarumput.

Film ini menceretikan betapa mengerikannya dampak dari polusi sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dampak dari polusi sampah plastik memang tidak ada habisnya.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak main-main.

Bukan hanya merusak dan mengganggu ekosistem di alam, sampah plastik juga dapat mengancam kesehatan manusia.

Dalam film tersebut, terkuak 3 fakta mengerikan tentang dampak polusi plastik bagi lingkungan dan juga kesehatan manusia.

Film Pulau Plastik menceretikan betapa mengerikannya dampak dari polusi sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Film Pulau Plastik menceretikan betapa mengerikannya dampak dari polusi sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Film dokumenter Pulau Plastik tayang dalam periode terbatas, mulai 25 Juni - 4 Juli 2021 melalui aplikasi Bioskop Online. (Bioskop Online)

Baca: Kisah Persahabatan Eks Narapidana Mbah Kam dan Mbah Kus Tersaji dalam Film You and I

Baca: Sinopsis Film Horor Persepsi, Selesaikan Misi dalam 5 Hari untuk Dapat 1 Juta Dollar

Berikut penjelasannya:

1. Mencemari Lingkungan

Dalam film Pulau Plastik, aktivis lingkungan sekaligus vokalis band rock Navicula asal Bali, Gede Robi menjelaskan fakta yang sangat meresahkan bahwa, dari semua plastik yang diproduksi sejak 1950, hanya 9% yang berhasil di daur ulang, 12% dibakar, 79% sisanya masih ada di bumi.

Sampah plastik biasanya berasal dari barang plastik sekali pakai dengan kegiatan pasca-konsumsi yang tidak bertanggung jawab.

Sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan, tersumbatnya selokan dan badan air, rusaknya ekosistem di sungai dan laut, dan bahkan termakan oleh hewan yang pada akhirnya dikonsumsi kembali oleh manusia.

Jika dibiarkan, dalam 10-20 tahun ke depan tumpukan sampah plastik sekali pakai akan mendominasi bumi, yang juga merupakan rumah bagi anak cucu kita semua.

2. Mengganggu Sistem Saraf dan Kekebalan Tubuh

Saat manusia mengkonsumsi ikan atau hewan laut dan sungai yang telah memakan mikroplastik atau zat plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari sampah kantong plastik yang secara perlahan-lahan hancur tapi tidak terurai, maka dapat mengancam kesehatan manusia.

Mulai dari mengganggu sistem saraf, hormon dan kekebalan tubuh, hingga dapat meningkatkan risiko kanker.

Peneliti Universitas Airlangga, Windarmanto mengatakan bahwa, komponen utama dari produksi plastik adalah plasticizer.

Jika plasticizer masuk dalam tubuh maka akan mengganggu sistem endokrin.

Baca: Aplikasi Bioskop Online Resmi Diluncurkan, Khusus Hadirkan Film Lokal

Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan hormon yang merupakan sinyal kimia yang dikeluarkan melalui aliran darah.

“Kalau hormon dalam tubuh terganggu, ya sudah hampir semua organ terganggu dan rusak. Sudah ada bukti riset yang banyak sekali," kata Windarmanto, dalam rilis pers yang diterima TribunnewsWiki.com, Jumat (25/6/2021)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved