Pinjaman Online Ilegal Makan Banyak Korban, Polisi Siap Berantas

Kabareskrim Polri berencana mengeluarkan surat telegram guna menertibkan pinjaman online (pinjol) illegal atau bodong.


zoom-inlihat foto
kapoldasumut.jpg
net/ist
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto berencana mengeluarkan surat telegram guna menertibkan pinjaman online (pinjol) illegal atau bodong.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Masyarakat diresahkan dengan penawaran pinjaman online illegal.

Bahkan beberapa kasus telah memakan banyak korban yang menyebabkan kerugian materi dan non materi.

Oleh sebab itu Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto berencana mengeluarkan surat telegram guna menertibkan pinjaman online (pinjol) illegal atau bodong.

Wakil Direktur Tipideksus Kombes Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, surat telegram ini tengah digodok oleh Kabareskrim.

Surat telegram itu nantinya akan menjadi rujukan kepada jajaran Polri di seluruh Indonesia.

Baca: Lowongan Kerja PT K-24 Indonesia Juni 2021 untuk Lulusan SMA/SMK hingga S-1

Baca: Polisi Selidiki Kasus Guru Honorer di Semarang Terjerat Pinjaman Online Rp206 Juta

Komjen Agus Andrianto dilantik menjadi Kabareskrim Polri pada Rabu (24/2/2021).
Komjen Agus Andrianto dilantik menjadi Kabareskrim Polri pada Rabu (24/2/2021). (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO)

"Pak Kabareskrim telah mengirimkan telegram ke seluruh jajaran Polri Indonesia untuk mengungkap perkara pinjol yang ilegal," kata Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/6/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Whisnu, kasus pinjaman online ilegal menjadi salah satu perkara yang menjadi fokus Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Harapannya, tak ada lagi korban yang terjerat dengan pinjol bodong.

"Inilah hal-hal yang menjadi perhatian Polri untuk bisa mengungkap perkara-perkara yang meresahkan masyarakat.

Sama seperti disampaikan kemarin, kasus Preman. Ini kasus Pinjol pun juga meresahkan masyarakat," kata Whisnu.

Baca: Maraknya SMS Tawaran Pinjaman Online dari Fintech Ilegal Perlu Diwaspadai, Mengapa?

Baca: Simak Cara Aman Berutang ke Pinjaman Online Agar Tak Terjerat Utang Tekfin!

Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online (pixabay.com)

Dijelaskan Whisnu, hanya ada 1.700 pinjaman online yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia mennduga masih ada sekitar 3.000 pinjol illegal yang tak terdaftar resmi oleh negara.

Menurutnya, kasus pinjaman online tersebut menjadi sorotan lantaran kerap banyak korban yang mengalami kerugian materil hingga non materil.

“Ada beberapa korban yang hanya meminjam uang beberapa ribu saja.

Kemudian diteror dengan foto-foto yang vulgar dengan menginformasikan ke keluarganya, bahkan ke teman-temannya, bahkan sampai ada yang stress akibat pinjaman yang tidak benar ini,” ujar dia.

Baca: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Baca: Panduan Belajar dari Rumah TV Edukasi Jumat (18/6/2021), Mengenal Briket Biomassa

Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online (Tribunnewswiki/Saradita)

Whisnu memastikan pihak kepolisian akan terus memburu pinjol-pinjol illegal yang melakukan tindakan yang melawan hukum.

Ia juga meminta para korban dapat melaporkan kejadian serupa tersebut ke polisi.

"Silakan laporkan kepada polisi terdekat. Karena semua reserse yang ada di Indonesia ini sudah paham dan memahami dengan arahan Kabareskrim terkait pengungkapan kasus pinjol tersebut.

Sehingga mudah-mudahan kasus ini tidak ada lagi dan Polri bisa mengungkap sebanyak-banyaknya perkara tersebut," tukas dia.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Takut Kembali ke Rumah, Korban

    Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved