TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konflik antara Israel dengan Palestina kembali memanas.
Sebelumnya. pada 21 Mei 2021 lalu, keduanya sepakat melakukan gencatan senjata.
Hingga pada Rabu, 16 Juni 2021 pagi waktu setempat Israel melakukan serangan udara pada Palestina.
Diwartakan oleh France24, serangan tersebut merupakan balasan dari angkatan udara Israel.
Pasalnya, gerilyawan Palestina diduga telah mengirim balon pembakar ke Israel.
Baca: Israel Umumkan Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Kemenangan
Baca: Gencatan Senjata
Serangan ini menandai konflik besar pertama setelah adanya genjatan senjata.
Gencatan senjata tersebut disepakati untuk mengakhiri konflik 11 hari yang menewaskan 260 warga Palestina pada Mei lalu.
Otoritas setempat juga mengatakan bahwa terdapat 13 tentara Israel tewas dalam konflik tersebut.
Menurut seorang sumber dari Palestina, serangan angkatan udara Israel mengarah pada satu situs di Kota Gaza bagian selatan Khan Younes.
Angkatan pertahanan Israel mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan mereka atas balon pembakar yang diduga dikirim oleh Hamas.
Menurut petugas pemadan kebakaran setempat, balon pembakar telah menyebabkan sekitar 20 kebakaran di Israel Selatan.
Balon tersebut dikirim karena Hamas melakukan pembalasan atas pawai yang dilakukan oleh Israel.
Pawai dilakukan oleh ribuan demonstran ultranasionalis yang membawa bendera Israel, menyerbu Kota Tua Yerusalem pada Selasa, 15 Juni 2021.
Tujuan pawai tersebut adalah perayaan ulang tahun re-unifikasi Yerusalem.
Maksud re-unifikasi Yerusalem tersebut adalah saat Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada 1967 silam.
Sebenarnya, re-unifikasi tersebut tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.
AS dan PBB telah menyerukan untuk menahan diri sebelum peristiwa itu terjadi.
Keputusan itu juga telah disetujui oleh pemerintah Perdana Menteri Israel Naftali Bennett yang baru.
Polisi telah dikerahkan untuk memblokir jalan hingga menembakkan granat kejut.
Selain itu polisi dengan senjata berpeluru karet juga disiagakan.
Petugas medis mengatakan 33 warga Palestina terluka.
Selain itu polisi mengatakan dua petugas terluka dan 17 orang ditangkap.
Baca: Kembali Panas, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Gaza
Baca: Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)