Museum Trinil Ngawi

Museum Trinil menyimpan fosil manusia kera berjalan tegak atau yang dikenal sebagai Phitecantropus erectus


zoom-inlihat foto
Museum-Trinil-NGawi.jpg
Instagram.com/galihsetiawan_19
Museum Trinil menyimpan fosil Phitecantropus Erectus yang ditemukanpada tahun 1892.

Museum Trinil menyimpan fosil manusia kera berjalan tegak atau yang dikenal sebagai Phitecantropus erectus




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Trinil merupakan tempat penyimpanan fosil manusia kera berjalan tegak atau yang dikenal dengan Phitecantropus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1881 sampai dengan tahun 1892.

Di situs yang berada di sekitar area museum ini juga ditemukan fosil banteng dan gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dalam bidang sejarah kepurbakalaan.

Museum Trinil terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, sekitar 13 kilometer ke arah Kota Ngawi dan dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan bermotor. (1)

Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dikelola oleh Unit Pelakasana Teknis (UPT) Museum Trinil Ngawi.

Keberadaan Museum Trinil tidak dapat dipisahkan dari situs yang ada di sekitarnya.

Situs ini diteliti oleh Eugene Dubois, seorang pejabat kedokteran tentara kolonial Belanda antara tahun 1891-1893.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, dibangun monumen berbentuk gambar anak panah dengan arah timur laut yang bertuliskan P.e. 175 m.

Angka tersebut menunjukkan jarak menuju lokasi penemuan fosil.

Dalam museum terpajang etalase yang di dalamnya berisikan benda-benda fosil, di antaranya fosil tulang panggul gajah jenis Stegodon trigonochepslus, serta fosil tulang pengumpil gajah. (2)

 

  • Sejarah #


Asal -uasal sejarah berdirinya Museum Trinil di Kabupaten Ngawi ini berawal dari ditemukannya situs fosil makhluk purba pada ribuan tahun yang lalu.

Penyebutan nama Trinil sendiri berawal dari tiga nama desa yang menjadi objek penelitian Eugene Dubois mengenai Fosil.

Tiga desa tersebut adalah Desa Kawu, Desa Gemarang, dan Desa Ngancar sehingga diberi sebutan Tri.

Lokasi ketiga desa tersebut berada dalam kawasan Bengawan Solo yang memiliki debit air yang besar layaknya Sungai Nil yang berada di Mesir sehingga dikiaskan dengan Sungai Nil dan jadilah nama yang disebut Trinil.

Hingga saat ini Museum Trinil sering dikunjungi oleh pelajar dan kalangan akademisi.

Selain berwisata, mereka juga dapat memperoleh banyak pengetahuan serta pengalaman mengenai fosil, penelitian ilmiah juga sering dilakukan oleh para peneliti untuk mengungkapkan sejarah pada zaman purba.

Baca: Museum Sandi

Baca: Museum Geologi Bandung

  • Lokasi #


Museum Trinil terletak di Pilang, Wonokerto, Pilang, Kawu, Kec. Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63254

Untuk mengunjungi museum ini, wisatawan dapat datang pada hari Selasa - Minggu, pukul 08.00 - 16.00 WIB.

 
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)


Alamat Pilang, Wonokerto, Pilang, Kawu, Kec. Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Lokasi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Google Map https://goo.gl/maps/VEZkFjhLAQ8gVNjV9
   


Sumber :


1. ngawikab.go.id
2. museum.kemdikbud.go.id
3. direktori-wisata.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved