Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Daud Yusuf.


zoom-inlihat foto
Museum-Sri-Baduga.jpg
disparbud.jabarprov.go.id
Nama Sri Baduga diambil dari nama salah seorang raja Sunda yang bertahta di tatar Pakuan Pajajaran sekitar abad ke-16 Masehi.

Museum Sri Baduga diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Daud Yusuf.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Museum Sri Baduga adalah salah satu tempat wisata bersejarah di Bandung yang populer.

Tempat ini menjadi bukti kecintaan warga Jawa Barat keturunan suku Sunda khususnya yang mengabadikan sebuah bangunan bergaya suhunan panjang dan panggung khas Jawa Barat dengan segala benda-benda pusaka sebagai harta tidak ternilai yang ada di dalamnya.

Museum Sri Baduga berada dekat dengan lapangan bersejarah di Bandung, yaitu Lapangan Tegallega.

Tempat ini didirikan sejak awal tahun 1974.

Bangunan Museum Sri Baduga yang berbentuk rumah panggung dengan suhunan panjang ini sangat menggambarkan rumah atau bangunan khas Jawa Barat.

Setelah beberapa kali dilakukan renovasi, tempat wisata yang memiliki nilai sejarah ini sebelumnya adalah ditetapkan dengan nama Museum Negeri Provinsi Jawa Barat.

Museum Sri Baduga diresmikan pada tanggal 5 juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daud Yusuf.

  • Sejarah


Museum yang ada di tengah Kota Bandung dan dekat dengan objek wisata belanja Cibaduyut ini terbagi menjadi dua bagian museum: bagian pertama untuk umum (public area) yang meliputi bagian gedung pameran dan auditorium dan bagian kedua adalah bagian bukan publik (non-public area).

Bagian nonpublik mencakup ruang perkantoran kepala museum, subbagian tata usaha, Kelompok Kerja Bimbingan dan Edukasi, Kelompok Kerja Konservasi dan Preparasi serta Kelompok Kerja Koleksi (termasuk di dalamnya Gedung Penyimpanan Koleksi).

Sejarah berdirinya Museum Sri Baduga dimulai pada tahun 1990.

Yang tadinya bernama Museum Negeri Provinsi Jabar ini, melalui Kepmendikbud nomor 02223/0/1990 tanggal 4 April 1990 dilengkapi atau ditambahkan dengan nama Sri Baduga.

Nama tersebut diambil dari nama salah seorang raja Sunda yang bertakhta di tatar Pakuan Pajajaran sekitar abad ke-16 Masehi.

Nama ini tertuang dalam Prasasti Batutulis yang ada di Kota Bogor secara lengkap tertulis 'SRI BADUGA MAHARAJA RATU HAJI I PAKWAN PAJAJARAN SRI RATU DEWATA.'

Baca: Museum Batik Yogyakarta

Baca: Museum Perjuangan Yogyakarta

  • Koleksi


Ruang pertama berisi segala hal terkait alam, peninggalan sejarah, dan perkembangan Jawa Barat, mulai dari arca, kubur batu, dan replika gua tempat tinggal.

Lebih ke dalam lagi terdapat artefak bebatuan, naskah kuno Pajajaran, dan hewan-hewan.

Termasuk di dalamnya ada replika batu tulis peninggalan Kerajaan Pajajaran dan prasasti-prasasti lainnya.

Sejarah Bandung

Memasuki ruangan ini, wisatawan disambut oleh relief interaktif sejarah terjadinya danau Bandung purba.

Danau ini dulunya memiliki luas 75 km2 membentang di wilayah Bandung raya, meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Bandung sendiri bermakna “bendung” atau bendungan. Memori kolektif tersebut memunculkan nama tempat berawalan Ranca atau Situ yang bermakna danau.

Replika Kereta Kencana Paksi Nagaliman

Di sisi lain museum ditampilkan replika kereta kencana Paksi Nagaliman dari Keraton Kanoman Cirebon.

Kereta ini menggambarkan sosok garuda, naga, gajah; melambangkan kebudayaan Jawa, Tionghoa, dan Arab sebagai unsur budaya masyarakat Cirebon.

Replika Gua Pawon

Pada lantai satu, terdapat koleksi yang berkaitan dengan zaman purba, seperti fosil-fosil hewan dan tumbuhan serta manusia purba yang dulu hidup di wilayah Jawa Barat.

Gua Pawon merupakan tempat tinggal manusia purba di Cekungan Bandung sekitar 9.500 tahun lampau.

Ruang Pamer kedua

Ruang pamer di lantai 2 ini menampilkan kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Di sana terdapat satu ruangan yang dikunci ketat sebab menyimpan peninggalan teko emas. Selain itu di lantai ini pengunjung juga akan disuguhi berbagai permainan, baju tradisional, dan alat musik.

Beragam busana pengantin beberapa daerah Jawa Barat ditampilkan di sini.

Wisatawan mendapat pengetahuan bahwa model pakaian pengantin Sunda berakar dari Sukapura, Tasikmalaya.

Pengantin Sukapura menyerupai pengantin Jawa, perbedaannya pada kain batik, dan tutup kepala pengantin.

Naskah Kuno

Museum Sri Baduga menyimpan 147 naskah kuno dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Naskah-naskah kuno ini disimpan di lantai dua.

Naskah-naskah tersebut ditulis dalam huruf Sunda Kuno, Jawa Kuno, hingga bertuliskan huruf Palawa. Sebagian besar naskah itu berasal dari zaman yang dipengaruhi kebudayaan Hindu.

Naskah tersebut mengungkap sosial budaya mayarakat Sunda tempo dulu. Penulisannya pada daun lontar, kertas Eropa, logam dan kayu. Naskah-naskah kuno itu menjadi daya tarik, khususnya dari mancanegara seperti dari Belanda dan Jepang.

Peralatan Masyarakat Tradisional

Pada lantai 2 pengunjung akan melihat koleksi sejarah yang berkaitan dengan unsur budaya.

Disini ditampilkan aneka peralatan yang dipakai masyarakat pada masa lalu, seperti alat pertanian, dapur, uang atau alat tukar dari zaman prasejarah hingga zaman kolonial.

Pada panel lain, wisatawan disajikan aneka rupa peralatan pedagang asongan makanan khas Jawa Barat, meliputi mie kocok, baso-tahu-goreng (batagor), siomay, kerupuk dan bapao.

Ruang Pamer 3

Ruangan paling istimewa berada di lantai 3, yaitu ruang masterpiece. Ruangan ini dilengkapi pengamanan ketat dan penerangan remang-remang untuk alasan keamanan koleksi. Ruangan ini dibuka pada hari Selasa sampai dengan Jumat.

Ruang ini menyimpan benda-benda dan karya seni yang lebih bernilai dibanding koleksi lainnya.

Barang seni itu berasal dari sumbangan para seniman maupun kolektor. Koleksinya meliputi lukisan, senjata-senjata pusaka, koin emas, perhiasan dan lain-lain.

Kecapi Naga Maung

Salah satu koleksi di sini adalah kecapi besar yang merupakan hibah warga Sumedang. Kecapi ini berwarna emas dan terbuat dari kayu jati.

Kecapi ini disebut kecapi Naga Maung. Penyebutannya karena terdapat makhluk dua kepala di ujungnya yaitu kepala harimau dan naga.

Terdapat pula instrumen lainnya seperti gamelan dan deretan wayang golek khas Jawa Barat.

Koleksi Peninggalan Sejarah

Sebuah mahakarya dua dimensi karya pelukis Baskara menampilkan saat-saat dramatis saat raja Siliwangi moksa di hutan. Sementara pelukis Barli melukis tarian adat Sisingaan.

Pada panel lain ditampilkan mahkota raja Sumedang Larang yang terbuat dari emas.

Selanjutnya ada pecahan mangkok Dinasti Ming yang diangkat dari kapal kuno yang karam di Karawang. Lalu terdapat koleksi kain batik kuno motif bulu hayam kepunyaan Bupati Galuh (Ciamis). (2)

  • Lokasi


Museum Sri Baduga terletak di Jl. BKR No.185, Pelindung Hewan, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40243.

Sebelum masuk ke museum, pengunjung diharuskan mengisi buku laporan tamu terlebih dahulu di lobi museum.

Harga tiket masuknya Rp2.500 untuk orang dewasa dan Rp1.500 untuk anak-anak.

Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB. (3)

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)



Alamat Jl. BKR No.185, Pelindung Hewan, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lokasi Kota Bandung, Jawa Barat
Google Map https://goo.gl/maps/QYE7sJKJEPNgt2jE9
   


Sumber :


1. tempatwisatadibandung.info
2. travelspromo.com
3. www.tempatwisata.pro


Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Febri Ady Prasetyo






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved