Klaster Covid-19 Acara Keagamaan di Sleman: 1 Meninggal Dunia, 73 Warga Jalani Swab Test Massal

Klaster Covid-19 baru ditemukan di Ngrangsan, Selomartani, Kapanewon Kalasan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-corona-covid-19.jpg
Shutterstock
Ilustrasi virus corona, Covid-19. Muncul klaster covid-19 keluarga di Sleman Yogyakarta. Awalnya hanya 3 orang yang dinyatakan poisitof Covdi-19. Namun karena sempat menghadiri acara yasinan, swab massal dilakukan pada Selasa, 8 Juni 2021 menyasar 73 warga. Hasilnya, didapati 23 orang positif.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Klaster penularan Covid-19 baru muncul di Sleman, Yogyakarta.

Sebelumnya, klaster Covid-19 sempat muncul di Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Ngaglik.

Kali ini klaster baru ditemukan di Ngrangsan, Selomartani, Kapanewon Kalasan.

Lurah Selomartani, Nur Widayati, memberikan keterangan terkait dengan klaster yang melibatkan satu keluarga ini.

Awalnya tiga orang dalam satu keluarga sakit dan dibawa ke rumah sakit pada 2 Juni 2021.

Setelah melakukan swab test, mereka terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca: Pemerintah Masih Miliki Utang Rp 140 M, BNPB Hentikan Biaya Isolasi Pasien Covid-19 Mulai Juni 2021

Baca: Kasus Corona di Bangkalan Naik, Kadinkes Jatim Minta Guyonan Tidak Ada Covid-19 di Madura Dihapus

Seorang perawat menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dari CanSino Biologics di pusat vaksinasi di Auditorium Benito Juarez di Guadalajara, Meksiko, 28 April 2021.
Seorang perawat menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dari CanSino Biologics di pusat vaksinasi di Auditorium Benito Juarez di Guadalajara, Meksiko, 28 April 2021. (ULISES RUIZ / AFP)

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, ketiganya sempat mengikuti acara yasinan.

Acara tersebut diikuti oleh warga sekitar di musala pada Kamis, 3 Juni 2021, malam.

"Mereka ikut Yasinan karena belum tahu, kalau positif," kata Nur Widayati kepada Tribun Jogja.

Selang sehari berikutnya, satu orang dari satu keluarga yang swab ternyata hasilnya positif.

Tracing kemudian dilakukan hingga didapati bahwa ada 12 orang yang positif.

Pada Senin, 7 Juni 2021, satu orang yang dinyatakan positif, meninggal dunia.

Warga yang meninggal itu dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan dan dipastikan tidak dibawa pulang.

Namun, sebelum dinyatakan positif, keluarga tersebut memang sempat ikut yasinan bersama warga.

Gugus tugas kemudian melakukan tracing dan meminta swab massal bagi warga yang kontak erat dan mengikuti acara Yasinan.

Swab massal dilakukan pada Selasa, 8 Juni 2021 menyasar 73 warga.

Hasilnya, didapati 23 orang positif.

Alhasil, warga di Padukuhan Ngrangsan yang sudah dinyatakan positif totalnya 36 orang.

Semua warga tersebut tinggal di satu rukun warga (RW) satu.

Nur Widayati memastikan penularan kasus ini berawal dari keluarga.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved