Awal mula Bang jadi Triliuner
Kemudian di tahun 2020, Big Hit Entertainment melantai di bursa saham.
Dilansir dari Forbes, Jumat (16/10/2020), dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), Big Hit meraup dana segar sebesar 963 miliar won atau 840 juta dolar AS, setara sekitar Rp12,3 triliun (kurs Rp14.709 per dolar AS).
Ini adalah IPO terbesar di Korsel sejak tahun 2017.
Dalam IPO, saham Big Hit mengalami oversubscribed alias kelebihan permintaan lebih dari 1.100 kali, yang berasal dari investor institusional.
Dengan melantainya Big Hit di bursa saham, sang pendiri, yakni Bang Shi Hyuk (48 tahun), pun masuk dalam jajaran orang terkaya di Negeri Ginseng.
Pada perdagangan hari pertamanya di bursa, Kamis (15/10/2020), saham Big Hit dibuka pada level 270.000 won, lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pada saat IPO, yakni 135.000 won per lembar saham.
Akibatnya, valuasi Big Hit pun melesat hingga mencapai lebih dari 9 triliun won.
Bang, yang memiliki 35 persen saham Big Hit, saat ini memiliki kekayaan mencapai 3,2 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp47 triliun.
Selain itu, ketujuh personel BTS pun juga menjadi miliarder berkat saham yang dibagikan Bang kepada masing-masing dari mereka.
Berkat kesuksesan BTS yang mendunia, Big Hit saat ini merupakan agensi hiburan yang meraup untung paling tinggi di Korsel.
Laba bersih Big Hit pada 2019 mencapai 63 juta dollar AS atau setara sekitar Rp926,5 miliar.
Dari situ, Big Hit berhasil mengalahkan agensi K-Pop lainnya, yakni SM, YG, dan JYP Entertainment.
Ketiga agensi tersebut dikenal sebagai tiga besar agensi Korsel.
Baca: BTS Meal Sukses Diserbu Army, McDonalds Untung Miliaran Rupiah dari Uang Kolaborasi
Baca: Viral Seorang Driver Ojol Lakukan Selebrasi Setelah Berhasil Dapat BTS Meal
(TribunnewsWiki.com/Restu)