KPK Penuhi Panggilan Ombudsman RI untuk Berikan Klarifikasi soal TWK yang Kontroversial

TWK yang diselenggarakan oleh KPK menjadi kontroversi karena diduga memiliki kejanggalan.


zoom-inlihat foto
kpk-gedung.jpg
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kontroversi soal 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) masih belum usai.

Persoalan ini menjadi polemik karena tes TWK yang diselenggarakan oleh KPK diduga memiliki kejanggalan.

Oleh karena kejanggalan tersebut, 75 pegawai KPK diberhentikan sehingga mereka tak bisa menjadi ASN di lingkungan KPK.

Diwartakan Kompas TV, Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah melakukan pemanggilan kepada Ketua KPK Firli Bahuri.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan pihaknya belum menyimpulkan TWK tersebut memiliki pelanggaran.

Dugaan tersebut adalah adanya stigmasi oleh sang Pimpinan KPK dan penelusuran rekam jejak pegawai sebelum tes.

Baca: Ketua KPK Firli Bahuri Absen di Debat Terbuka soal TWK, Jubir: Harap Ciptakan Situasi yang Kondusif

Baca: Tanggapi Kasus 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Firli Bahuri: Gak Ada Upaya Menyingkirkan

Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/3/2020).
Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/3/2020). (KOMPAS/Ardito Ramadhan)

Pemanggilan ini merupakan respons Komnas HAM terhadap aduan para pegawai KPK terkait TWK.

Beka mengatakan pemanggilan bertujuan untuk melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait, termasuk Firli Bahuri, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Tim Psikologi TNI AD

"Pemanggilan ini adalah tindak lanjut dari aduan para pegawai KPK," kata Beka menerangkan

Lebih lanjut, Beka menegaskan pemanggilan ini untuk melakukan klarifikasi, di antaranya mengenai proses keterlibatan BKN dalam TWK.





Halaman
1234
Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Febri Ady Prasetyo






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved