Berawal dari ketertarikannya di dunia bisnis dan melihat keresahan kaum perempuan akan produk skincare, akhirnya terbentuklah ide untuk mendirikan bisnis Avoskin.
Ide mendirikan Avoskin ternyata berasal dari kamar kos 2,5 x 3 meter.
Saat itu, bisa dikatakan sebagai masa sulit Anugrah karena harus bisa membagi waktu untuk bisnis dan menyelesaikan studinya.
Tak jarang ia harus mengorbankan jam tidur dan waktu istirahat agar skripsi bisa tetap berjalan.
Pada dasarnya sosok Anugrah dikenal sebagai orang yang sudah suka dengan bisnis.
Ia sempat jadi sales property dari perusahaan kakak sepupunya, bahkan sempat terjun jadi trader saham dan forex.
Namun suatu ketia, bisnis tersebut gagal saat menjalani profesi trader.
Aan mengalami kerugian hingga Rp 30 juta dalam waktu 1 minggu.
Tak mau terpuruk, ia pun bangkit dengan ide bisnis lain.
Dari situ, ia mencari modal untuk Avoskin, yang ia dapatkan dari penghasilan saat menjadi sales properti.
Hingga saat ini produk Avoskin menjadi salah satu brand lokal yang punya nama tersendiri di industri kecantikan tanah air.
Masuk Forbes
Baru-baru ini, nama Aan menjadi semakin cerah saat ia masuk ke dalam daftar 30 Under 30 versi majalah Forbes Indonesia 2020.
Anugrah Pakerti dinilai sebagai pemuda yang menginspirasi untuk milenial saat ini.
Bahkan di tahun sebelumnya, Avoskin dianggap sebagai beauty disruptor oleh banyak orang.
Avoskin dinilai sebagai salah satu perusahaan penggerak ekonomi dalam negeri.
Baca: Sempat Viral Razia Skincare oleh OSIS, Ini 5 Alasan Pentingnya Merawat Kesehatan Kulit Secara Rutin
Baca: Profil Lengkap Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk India Ferdy Nico Yohannes Piay
(TribunnewsWiki.com/Restu)