Kirim Surat ke Puan, Kedubes Arab Saudi Bantah Indonesia Tak Dapat Kuota Haji Tahun Ini

Kedubes Arab Saudi juga membantah pernyataan wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyatakan bahwa Indonesia tidak memperoleh kuota haji tahun ini.


zoom-inlihat foto
TribunnewsBahauddin-R-Baso-MCH-2019bcf.jpg
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
Kirim Surat ke Puan, Kedubes Arab Saudi Bantah Indonesia Tak Dapat Kuota Haji Tahun Ini


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia membantah sejumlah pernyataan terkait informasi tidak adanya kuota haji untuk Indonesia pada tahun ini.

Melalui surat kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, Kedubes Arab Saudi menyatakan, tidak benar ada 11 negara yang mendapat kuota haji dan Indonesia tidak temasuk di dalamnya.

Pernyataan tentang 11 negara ini sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily.

Kedubes Arab Saudi juga membantah pernyataan wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyatakan bahwa Indonesia tidak memperoleh kuota haji tahun ini.

"Saya ingin memberitahukan kepada Yang Mulia bahwa berita-berita tersebut tidaklah benar dan hal itu tidaklah dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi," tulis Dubes Pelayan Dua Kuota Suci untuk RI, Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi dalam, tertanggal 3 Juni 2021 seperti dikutip dari KompasTV.

Baca: Giri Suprapdiono Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Juga Potensi Tak Lolos TWK: Kami Pernah Tes Bersama

Baca: Ini Alasan Firli Bahuri Tak Hadiri Undangan Debat Terbuka dengan Giri Suprapdiono

Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H.
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H. (Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019)

Kedubes Arab Saudi menegaskan hingga saat ini, Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan instruksi apapun berkaitan dengan pelaksanaan haji tahun ini.

Baik bagi para jemaah haji Indonesia atau para jemaah haji lainnya dari seluruh negara di dunia.

Untuk itu, kerajaan Arab Saudi berharap agar setiap informasi yang berkaitan dengan haji terlebih dahulu dikomunikasikan pada pihak kedutaaan atau otoritas resmi lainnya guna mendapat informasi yang benar dan dapat dipercaya.

 “Sehubungan dengan hal itu, merupakan sebuah kesempatan bagi saya untuk menjelaskan kepada yang mulai dan anggota-anggota dewan yang terhormat tentang fakta-fakta yang sebenarnya, seraya saya berharap agar kiranya dapat melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kedutaan atau otoritas resmi lainnya, baik di Kerajaan Arab Saudi atau di Indonesia, guna memperoleh informasi dari sumber-sumber yang benar dapat dipercaya,” lanjutnya.

Baca: Viral di Arab Saudi, Kerajaan Apresiasi Indonesia Tak Berangkatkan Haji Demi Kesehatan

Baca: Arab Saudi Hanya Buka Gerbang untuk 11 Negara Ini, Boleh Masuk tapi Bukan untuk Haji

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). (KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI)

Sementara itu, Sufmi Dasco mengkritik sikap Dubes Arab untuk Indonesia yang mengirimkan surat kepada Ketua DPR Puan Maharani terkait pernyatannya mengenai kuota haji.

Sufmi Dasco mengklaim tak ada yang salah mengenai pernyataannya bahwa Indonesia belum pasti mendapatkan kuota haji dari Arab Saudi.

“Saya sebagai pimpinan DPR juga berkomunikasi dengan beberapa pihak termasuk yang disampaikan di surat itu, komunikasi dengan yang punya otoritas.

Sampai 28 Mei, limit waktu yang seharusnya kita mempersiapkan haji, itu kita belum dapat kepastian dari pemerintah Arab Saudi,” ucapnya seperti dikutip dari KompasTV, Sabtu (5/6/2021).

Baca: Ibadah Haji Dibatalkan, DPR Pastikan Dana yang Sudah Disetorkan Calon Jamaah Tetap Aman

Baca: Deretan Fakta Pengantin Aceh Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Kamar, Suami Diduga Bunuh Istri

Menurut Dasco, langkah pemerintah membatalkan penyelenggaraan haji tahun ini dinilai tepat, mengingat kepastian kuota haji untuk Indonesia yang tak kunjung datang.

“Jadi sudah benar Kementerian Agama kemudian mengambil sikap untuk tidak memberangkatkan haji.

Karena tidak mungkin persiapan dari 28 Mei hingga lebaran haji 20 Juni, waktunya mepet ,” pungkasnya.

Situasi di Mekkah, setelah Arab Saudi menangguhkan umrah dan melarang warga negara asing datang saat awal pandemi covid-19.
Situasi di Mekkah, setelah Arab Saudi menangguhkan umrah dan melarang warga negara asing datang saat awal pandemi covid-19. (AFP)

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan ibadah haji 2021.

Hal ini diumumkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (3/6/2021).

"Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," kata Yaqut.

Yaqut mengatakan keputusan ini sangat berat untuk diambil oleh pemerintah.

Namun, hal ini diambil demi melindungi masyarakat dari penularan virus corona.

“Keputussan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian covid-19 ini segera usai,” lanjutnya.

Simak berita lainnya mengenai ibadah haji 2021 di sini

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved