“Ora cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi”. Mohon izin bu saya mengundurkan diri.
Berani cul, berani, kenapa takut? Ngko nek Ganjar dikei (nanti kalau Ganjar diberikan) rekomendasi.
Kemungkinan iki ono ora (Kemungkinan ini ada tidak)? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen (0,00%).
Sih ono (selama masih ada) Mbak Puan ra iso No (tidak bisa dong), teorine sopo (teori siapa)?
Lha dulu Pak Jokowi bisa. Lha dulu Mbak Puan sih indil-indil (imut-imut). Saiki ora iso (kalau sekarang tidak bisa).
Semua lorong kekuasaan Istana tahu, semua lorong di Senayan tahu, kurang opo (kurang apa)?
Kekuasaan republik itu hanya ada di dua titik, Senayan dan Istana.
Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu kok, pengalamane wis duwe (sudah punya). Elite-elite wis kenal kabeh (sudah kenal semua), lebih gampang untuk berembuk.
Nanti kalau saya menegur, dia (Ganjar) marah.
"Memang kamu siapa Cul negur-negur aku? Sing iso negur aku ki Bu Mega." Kan ngono cocote dekke (Kan begitu mulutnya dia/Ganjar).
DPD dan Ganjar beda pendapat. Ben sing biji (biar yang menilai) ketua umum.
Nek aku dikei (kalau saya diberi) kewenangan yo tak (ya akan) tarung, tarung. Aku ra peduli (enggak peduli).
Ning tak kei reti sampeyan semua (tapi saya beritahu kalian semua). Kalau rekom ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya.
Satrio (ksatria) pak. Ora sudi aku didadekne (tidak sudi aku jadi) wong edan (orang gila).
Hingga berita ini diturunkan, Tribunnews sudah berusaha mengkonfirmasi rekaman suara tersebut ke Bambang Wuryanto melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Namun pesan itu hanya di-read (checklist dua warna biru).
Begitu pula dengan konfirmasi kepada jajaran DPP PDIP, mulai dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, hingga Wasekjen DPP PDIP Arif Wibowo juga belum ditanggapi.
Ganjar Pranowo tanggapi soal isu pencalonan dirinya menjadi capres dalam Pilpres 2024
Pilpres 2024 mulai ramai dibahas mengingat pesta demokrasi tersebut tak lama lagi tiba.
Beberapa nama digadang-gadang memiliki elektabilitas tinggi untuk maju sebagai calon presiden selanjutnya.