Museum Rumah Adat Baanjuang Bukittinggi

Bangunan museum berupa Rumah Adat Baanjuang dengan gaya Rumah Gadang Bagonjong Gajah Maharam dan sebuah lumbung padi khas Minangkabau.


zoom-inlihat foto
Rumah-Adat-Baanjuang.jpg
instagram.com/nadiawoe
Rumah Adat Baanjuang terletak di kawasan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumbar.

Bangunan museum berupa Rumah Adat Baanjuang dengan gaya Rumah Gadang Bagonjong Gajah Maharam dan sebuah lumbung padi khas Minangkabau.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Rumah Adat Baanjuang adalah museum umum yang didirikan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Modelar Countrolleur pada tanggal 1 Juli 1935.

Bangunan museum berupa Rumah Adat Baanjuang dengan gaya Rumah Gadang Bagonjong Gajah Maharam dan sebuah lumbung padi khas Minangkabau.

Luas Museum Rumah Adat Baanjuang adalah 2.798 m2.

Sebagian besar bangunan Museum Rumah Adat Baanjuang masih terbuat dari bahan bangunan tradisional.

Tujuan pendirian Museum Rumah Adat Baanjuang adalah untuk mengumpulkan dan melestarikan peninggalan sejarah dan kebudayaan Minangkabau.

Pada awalnya, Museum Rumah Adat Baanjuang bernama Museum Baanjuang.

Setelah itu, museum ini berganti nama menjadi Museum Bundo Kanduang.

Pada tahun 2005, nama museum ini kembali diubah berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 5 tahun 2005.

Nama museum dikembalikan ke nama semula dan diberi penambahan identitas, sehingga namanya menjadi Museum Rumah Adat Baanjuang. (1)

  • Koleksi #


Di dalam museum terdapat berbagai jenis binatang yang telah diawetkan.

Sebagian besar dari binatang tersebut merupakan hasil sisa fosil kebun binatang Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

Hal yang menarik dari koleksi binatang di museum adalah fosil binatang yang mempunyai kekurangan fisik.

Namun kekurangan tersebut menjadi suatu keunikan tersendiri sebab karakter fisik binatang sangat lain dengan karakter fisik binatang pada umumnya.

Misalnya seekor kambing yang bermuka dua, harimau berkepala 2, kerbau yang mempunyai 2 buah kepala, kerbau yang mempunyai kaki 8 dan lain – lain.

Belum diketahui secara pasti apakah kondisi dari koleksi binatang merupakan murni / asli ataupun hanya sekedar rekayasa manusia. Di balik hal tersebut, koleksi binatang yang unik dan langka telah menjadi koleksi museum Favorit.

Miniatur arsitektur tradisional suku Minangkabau

Suku Minangkabau mempunyai keberagaman budaya terutama pada arsitektur / bangunan. Nama dari rumah adat tradisional suku ini adalah Rumah Gadang. Namun dalam arsitektur suku Minangkabau, ada berbagai macam jenis Rumah Gadang.

Semua jenis dari rumah gadang Minangkabau dapat dilihat secara langsung Museum Rumah Adat Baanjuang ini dalam bentuk miniatur.

Jenis dari koleksi Rumah Gadang yang ada meliputi Surau, Lapau, Balairung, Rumah Gadang untuk bangsawan, Rumah Gadang rakyat biasa dan lain–lain.

Baca: Museum Sang Nila Utama Riau

Baca: Museum Adityawarman

Berbagai macam peralatan rumah tangga

Hanya di museum ini dapat menyaksikan secara langsung bentuk peralatan tradisional yang digunakan oleh suku Minangkabau.

Beberapa peralatan, diantaranya merupakan peralatan yang hampir sama sekali tidak dipergunakan oleh suku Minangkabau itu sendiri.

Sebagian besar lebih memilih menggunakan peralatan rumah tangga modern.

Sebagian besar koleksi peralatan rumah tangga adalah alat memasak.

Koleksi tersebut antara lain pisau, berbagai macam alat pembuatan makanan, peralatan makan, keramik dan lain–lain.

Masing–masing koleksi dihiasi dengan berbagai macam ukiran yang sangat khas dengan karakter budaya Minangkabau.

Lalu sebagian koleksi didominasi dengan material kuningan.

Pakaian adat Minangkabau

Untuk koleksi pakaian adat Minangkabau ini cukup istimewa. Sebab bukan hanya sekedar koleksi namun, pengunjung diberi kebebasan penuh untuk mencoba koleksi pakaian adat Minangkabau yang ada.

Jenis pakaian adanya pun juga sangat kompleks, mulai dari pakaian adat yang resmi/pernikahan hingga pakaian sehari–hari.

Bukan hanya sekedar koleksi pakaian adat, tetapi berbagai macam aksesoris seperti peci, perhiasan, hingga aksesoris pendukung lainnya.

Harga sewa baju tradisional juga sangat murah dan hanya Rp 20.000.

Selain itu juga disediakan beberapa fotographer yang akan mengabaikan moment pengunjung ketika menggunakan pakaian tradisional Minangkabau tersebut.

Peralatan berburu, bertani hingga senjata perang

Di Museum Rumah Adat Baanjuang ini menyediakan berbagai macam peralatan yang umumnya digunakan oleh laki–laki.

Peralatan tersebut berupa peralatan berburu, peralatan perang, serta peralatan bercocok taman.

Dari koleksi tersebut, jenis peralatan perang merupakan senjata yang digunakan oleh suku Minangkabau untuk melawan kolonial Belanda. Jadi dapat disimpulkan secara langsung perbandingan senjata lokal yang sangat tradisional dan apa adanya dengan kondisi senjata kolonial yang jauh lebih modern pada masa itu.

Selain itu juga dapat membayangkan gambaran kehidupan masa lalu yang penuh dengan kesederhanaan. Mulai dari cara berburu, cara bercocok taman dan lain – lain.

Koleksi kesenian

Untuk koleksi kesenian ini adalah koleksi alat–alat seni yang terdapat pada seni tradisional Minangkabau.

Seperti alat–alat musik tradisional, aksesoris tari daerah hingga aksesoris dalam seni bela diri.

Naskah kuno

Museum Rumah Adat Baanjuang juga menyimpan berbagai macam jenis naskah–naskah kuno. Kondisi naskah kuno tersebut sangat asli. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis kertas yang digunakan untuk menulis. Koleksi naskah kuno yang ada meliputi Alquran, buku–buku kuno yang diketik dengan mesin ketik dan lain sebagainya.

Baca: Museum Siginjai Jambi

Baca: Museum Keprajuritan

  • Lokasi #


Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan, jalan Cindua Mato No. 1, Kelurahan Benteng Pasar Atas, kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Telp.: (62752) 21029

Jam operasional: Senin-Minggu, Pukul 07.30 – 17.30 WIB (2)

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)



Alamat jalan Cindua Mato No. 1, Kelurahan Benteng Pasar Atas, kota Bukittinggi, Sumatera Barat
Lokasi Kota Bukittinggi, Sumatera Barat
Google Map https://goo.gl/maps/tLnQjwH9YaEnvkDHA
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. wisato.id


Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved