Para Artis Ramai-ramai Kritik KPI, Dinilai Abaikan Pengawasan Tayangan Sinetron Suara Hati Istri

Banyak yang menyoroti kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dinilai lalai mengawasi tayangan.


zoom-inlihat foto
Iklan-Suara-Hati-Istri-di-Indosiar.jpg
Instagram/indosiar
Para Artis Ramai-ramai Kritik KPI, Dinilai Abaikan Pengawasan Tayangan Sinetron Suara Hati Istri


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Unggahan Ernest Prakasa yang berisi kritikan untuk sinetron Suara Hati Istri mendapatkan banyak respons.

Banyak yang menyoroti kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dinilai lalai mengawasi tayangan.

Selain itu ada pula yang mengkritik stasiun televisi yang menayangkan sinetron Suara Hati Istri itu.

Seperti diketahui, sinetron tersebut dilaporkan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) ke KPI

Menurut Kompaks, tayangan sinetron itu sudah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 14 Ayat (2) yang berbunyi “Lembaga penyiaran wajib memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi siaran".

Terlebih lagi tokoh Zahra yang menjadi istri ketiga di sinetron itu diperankan oleh Lea Ciarachel yang berusia 15 tahun.

Baca: Dituduh Lucky Alamsyah, Roy Suryo Mengaku Dirinya Tak Lakukan Tabrak Lari: Saya Korban

Baca: Ernest Prakasa hingga Zaskia Adya Mecca Kompak Kritik Sinetron Suara Hari Istri

Warganetmenyoroti tokoh Zahra yang diperankan oleh Lea Ciarachel dalam sinetron Suara Hati Istri.
Warganetmenyoroti tokoh Zahra yang diperankan oleh Lea Ciarachel dalam sinetron Suara Hati Istri. (Indosiar)


Melalui akun Instagramnya @ernestprakasa, ia mengkritik sinetron ini karena memilih Lea yang berusia di bawah umur untuk peran istri ketiga.

Menurut Ernest, jaringan televisi yang menayangkan sinetron ini juga harus mempertimbangkan hati nurani, bukan hanya soal rating.

“Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun.

Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?” tulisnya.

Unggahan ini kemudian direspons oleh para artis dan netizen.

Beberapa di antara mereaka menyoroti tugas KPI yang sehatusnya mengawasi tayangan di layar kaca.

Baca: Indosiar Janji Bakal Ganti Lea Ciarachel dalam Perankan Zahra dalam Sinetron Suara Hati Istri

Baca: Viral Bupati Alor Marahi 2 Staff Kemensos, Risma Tanggapi Santai dan Jawab Begini

Ernest Prakasa kritik sinetron Suara Hati Istri
Ernest Prakasa kritik sinetron Suara Hati Istri (tangkapan layar)


Ada pula yang menilai bahwa stasiun televisi juga harus berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat melalui tayangan.

Tak sedikit pula yang mengkritik pemilhan Lea Ciarachel sebagai pemeran istri ketiga.

Padahal banyak pula sinetron yang memilik aktor/artis berusia lebih dari 20 tahun untuk peran anak sekolahan.

Berikut kritikan para artis terhadap KPI dan juga sinetron Suara Hati Istri di kolom komentar unggahan Ernest Prakasa:

“Kalian semua bisa menggunakan seseorang dengan usia 20 tahun ke atas untuk memerankan tokoh anak SMA, tapi tetap tak bisa mencari aktris 18 tahun ke atas untuk jadi istri ketiga?" tulis Amel Carla.

“2021 Masihh ajeeeee @kpipusat @indosiar,” tulis aktor Chicco Jerikho.

“Goks ya, keinginan ramai dan rating tinggi terlalu besar sampe ga lupa sama moral,” tulis Kristo Immanuel.

Baca: Profil Lea Ciarachel, Artis 15 Tahun Pemeran Zahra dalam Sinetron Suara Hati Istri

Baca: Sinetronnya Dikecam, Beredar Pengakuan Lea Ciarachel Tak Nyaman Perankan Karakter Zahra

Sinetron Suara Hati Istri-Zahra dikecam banyak orang karena adegan tak pantas, KPI lansung panggil Indosiar.
Sinetron Suara Hati Istri-Zahra dikecam banyak orang karena adegan tak pantas, KPI lansung panggil Indosiar. (Indosiar)

“TV tuh mustinya berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat, bukan sebaliknya! Oh my..” tulis pembawa acara Becky Tumewu.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved