Rekor Baru Matahari Buatan China, Pertahankan Suhu 120 Juta Derajat Celcius dalam 2 Menit

Sebelumnya, matahari buatan tersebut diketahui berhasil mempertahankan plasma pada 160 juta derajat Celcius selama 20 detik.


zoom-inlihat foto
Perangkat-fusi-superkonduktor-atau-matahari-buatan-KSTAR.jpg
(NATIONAL RESEARCH COUNCIL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY/PHYS)
Perangkat fusi superkonduktor atau matahari buatan KSTAR, yang dikembangkan para peneliti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Operasi matahari buatan ini pecahkan rekor dunia baru dengan durasi operasi plasma 20 detik dengan suhu lebih dari 100 juta derajat Celcius.


Apabila terdapat buktinya, maka China akan terancam dikucilkan oleh seluruh dunia.

"Akan menjadi pukulan geopolitik yang besar bagi negara itu," jelas Metzl, dikutip dari The Sun Senin (31/5/2021).

Metzl menuturkan, temuan tersebut akan memicu kemarahan banyak orang, keluarga yang kehilangan anak, orangtua, maupun pasangan mereka.

"Tidak hanya akan menjadi kesalahan besar, kejadian itu bakal dipandang sebagai upaya penutupan kejahatan," papar Metzl.

Sementara itu, presenter Maajid Nawaz mengatakan, konsekuensi besar bakal dihadapi Beijing apabila teori tersebut terbukti kebenarannya.

"Sebabnya, keseluruhan planet untuk pertama kalinya dalam sejarah terkunci karena wabah ini," beber Nawaz.

Presiden China, Xi Jinping serukan wabah virus korona sebagai masalah serius
Presiden China, Xi Jinping serukan wabah virus korona sebagai masalah serius (Instagram: @realxijinping)

Sebelumnya, upaya dinas rahasia Inggris yang memutuskan untuk menyelidiki asal usul virus corona membuat hubungan London dan China memanas.

Ketegangan semakin menguat dengan pernyataan Presiden AS Joe Biden, yang meminta agar investigasi sumber corona berasal dilakukan.

Beijing berulang kali membantah bahwa Institut Virologi Wuhan sebagai sumber corona.

China gusar isu tersebut kembali diangkat dan menyebut investigasi itu layaknya upaya AS menemukan senjata pemusnah massal di Irak.

Sebuah editorial yang diterbitkan surat kabar pemerintah Global Times bahkan menuding pemerintah AS arogan.

Mereka menyebut AS tidak mempunyai otoritas yang lebih besar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

China juga menuduh AS memainkan permainan politik dengan menjadikan WHO untuk alat kepentingan mereka.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)

Simak Artikel Lain Seputar China di Sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved