TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) Jambi resah mengetahui adanya ratusan bangkai binatan berceceran di pinggir sungai.
Menurut mereka, bangkai yang ditemukan yakni babi, ular, dan biawak.
Penemuan yang janggal mengenai matinya ratusan binatang itu membuat Masyarakat Hukum Adat (MHA) Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Apung, yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, curiga.
Seorang warga SAD, Malenggang mengatakan, saat ini masyarakat jarang menemukan hewan buruan.
"Kalau sekarang ini, jangankan mau ketemu babi,"
Ia dan beberapa masyarakat lainnya mengaku sangat susah menemukan hewan buruan.
Bahkan jejak hewan buruan saja sangatlah jarang mereka temukan.
"Ketemu jejak babi saja boleh dikatakan tidak ada," ujarnya lagi.
Ia mengaku menemukan bangkai hewan liar yang terbilang dilindungi, seperti beruang, kijang dan rusa.
"Anehnya, tidak satupun rajo besak (gajah) dan rajo belang (harimau) yang ditemukan mati," kata dia.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Adat MHA SAD Kelompok Temenggung Apung, Sril.
Baca: Langgar Aturan yang Bisa Datangkan Petaka, Rombongan Mensos Risma Dimarahi Orang Rimba
Baca: Viral, Pria Jambi Lamar Gadis Turki, Anak Orang Biasa dan Harus Berjuang untuk Beli Tiket Pesawat
Kejadian ratusan bangkai hewan ditemukan itu menurutnya baru pertama kali terjadi.
"Dimana ditemukan hewan yang mati, jika kita menangkap ikan di sana dan kita makan, kita langsung merasa pusing," ungkapnya.
Sril menduga, kematian hewan-hewan ini akibat rancun.
Pasalnya, hampir rata-rata wilayah yang menjadi jelajahan dia ditemukan bangkai hewan.
Bangkai hewan yang paling banyak ditemukan di Sungai Landai, Sungai Pedeman, Sungai Manggatal, Sungai Sekalo dan sungai -sungai lainnya.
"Kalau makanan untuk rajo belang (harimau) sudah habis, rajo belangnya mau cari makan dimana lagi,"
Dirinya pun mengatakan bisa saja Rajo belang pergi ke pemukimannya.
Pasalnya tak ada lagi buruan yang bisa dimakan.
"Ya, ujung-ujungnya bakal masuk kampung untuk mencari makan," katanya.
Dia pun minta kepada intansi terkait untuk mencari solusi dan mencari penyebab mengapa banyak ditemukan hewan liar bergelimpangan mati.
"Kami sudah sangat khawatir dengan kejadian ini, " pungkasnya.
Baca: Viral Video Bupati Alor Marah hingga Usir 2 Staf Mensos Risma, Ini Alasannya
Baca: Rekor Baru Matahari Buatan China, Pertahankan Suhu 120 Juta Derajat Celcius dalam 2 Menit
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Ratusan Binatang Liar Ditemukan Mati di Dekat Aliran Sungai, Suku Anak Dalam Resah