Baru Pertama Kali Terjadi, Suku Anak Dalam Jambi Resah Banyak Bangkai Hewan Ditemukan di Sungai

Ratusan hewan liar ditemukan mati di dekat sungai-sungai, Suku Anak Dalam Jambi resah jika saluran air kemungkinan diracun.


zoom-inlihat foto
masyarakat-suku-jambi-temukan-ratusan-bangkai-hewan.jpg
Tribunnews.com/Istimewa
Masyarakat Hukum Adat Suku Anak Dalam kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Mereka resah dengan ditemukannya ratusan bangkai babi, ular dan biawak tidak jauh dari aliran sungai.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) Jambi resah mengetahui adanya ratusan bangkai binatan berceceran di pinggir sungai.

Menurut mereka, bangkai yang ditemukan yakni babi, ular, dan biawak.

Penemuan yang janggal mengenai matinya ratusan binatang itu membuat Masyarakat Hukum Adat (MHA) Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Apung, yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, curiga.

Seorang warga SAD, Malenggang mengatakan, saat ini masyarakat jarang menemukan hewan buruan.

"Kalau sekarang ini, jangankan mau ketemu babi,"

Ia dan beberapa masyarakat lainnya mengaku sangat susah menemukan hewan buruan.

Orang rimba merupajan sebutan lain untuk menyebutkan Orang Kubu atau Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi.
Orang rimba merupajan sebutan lain untuk menyebutkan Orang Kubu atau Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi. (instagram/gnfi - hippielocker135)

Bahkan jejak hewan buruan saja sangatlah jarang mereka temukan.

"Ketemu jejak babi saja boleh dikatakan tidak ada," ujarnya lagi.

Ia mengaku menemukan bangkai hewan liar yang terbilang dilindungi, seperti beruang, kijang dan rusa.

"Anehnya, tidak satupun rajo besak (gajah) dan rajo belang (harimau) yang ditemukan mati," kata dia.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Adat MHA SAD Kelompok Temenggung Apung, Sril.

Baca: Langgar Aturan yang Bisa Datangkan Petaka, Rombongan Mensos Risma Dimarahi Orang Rimba

Baca: Viral, Pria Jambi Lamar Gadis Turki, Anak Orang Biasa dan Harus Berjuang untuk Beli Tiket Pesawat

Kejadian ratusan bangkai hewan ditemukan itu menurutnya baru pertama kali terjadi.

"Dimana ditemukan hewan yang mati, jika kita menangkap ikan di sana dan kita makan, kita langsung merasa pusing," ungkapnya.

Sril menduga, kematian hewan-hewan ini akibat rancun.

Pasalnya, hampir rata-rata wilayah yang menjadi jelajahan dia ditemukan bangkai hewan.

Bangkai hewan yang paling banyak ditemukan di Sungai Landai, Sungai Pedeman, Sungai Manggatal, Sungai Sekalo dan sungai -sungai lainnya.

"Kalau makanan untuk rajo belang (harimau) sudah habis, rajo belangnya mau cari makan dimana lagi,"

Dirinya pun mengatakan bisa saja Rajo belang pergi ke pemukimannya.

masyarakat suku jambi temukan ratusan bangkai hewan
Masyarakat Hukum Adat Suku Anak Dalam kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Mereka resah dengan ditemukannya ratusan bangkai babi, ular dan biawak tidak jauh dari aliran sungai.

Pasalnya tak ada lagi buruan yang bisa dimakan.

"Ya, ujung-ujungnya bakal masuk kampung untuk mencari makan," katanya.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved