Tak tahan dengan kondisi tersebut, akhirnya pada 28 Juni 1969, kelompok ini bersatu untuk memperjuangkan hak mereka.
Kelompok ini melakukan aksi protes bernama Stonewall Riot atau Pemberontakan Stonewall selama tiga hari.
Peristiwa inilah yang kemudian melatarbelakangi adanya gerakan hak LGBTQ hingga saat ini.
Satu bulan kemudian, muncul pawai atau parade pertama dimana kelompok LGBTQ dengan bangga mengklaim keistimewaan indentitas gender mereka.
Parade tersebut diberi nama The Christopher Street Liberation Day March yang diinisiasi oleh Brenda Howard.
Satu tahun kemudian, untuk mengenang Stonewall Riots, Brenda Howard kembali menginisiasi parade yang sama pada 28 Juni 1970.
Saat itu, parade diikuti oleh ribuan suporter yang berjalan sejauh 15 blok dari 6th Avenue menuju Central Park.
Parade ini kemudian menjadi tonggak adanya Pride Parade dan Pride Month selama satu bulan penuh yang dirayakan setiap Juni.
Kelompok LGBTQ memang menggunakan kata 'pride' atau kebanggan untuk menamai bulan istimewa ini.
Hal tersebut lantaran butuh keberanian untuk mengungkap jati diri mereka yang memiiki identitas gender LGBTQ.
Sehingga kata 'pride' digunakan sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang berani menyuarakan sebagai bagian dari kelompok LGBTQ.
Bendera pelangi sebagai simbol kebanggaan kelompok LGBTQ
Kelompok LGBTQ memiliki simbol yaitu bendera pelangi.
Bendera pelangi tak menemani kaum LGBTQ di awal adanya Pride Parade.
Bendera berwarna-warni tersebut dipopulerkan sebagai simbol LGBTQ oleh seorang seniman asal San Fransiscom Gilbert Baker pada 1978.
Warna-warni dalam bendera tersebut tak hanya melambangkan keberagaman dalam komunitas LGBTQ.
Masing-masing warna memiliki artinya masing-masing.
Warna pink -yang kini sudah tidak digunakan, melambangkan seksualitas; merah melambangkan hidup; oranye mewakili kesembuhan atas penderitaan; kuning berarti sinar matahari.
Selain itu juga ada warna hijau yang melambangkan alam; turquoise mewakili warna keajaiban dan seni; indigo -yang kini diganti menjadi royal blue menggambarkan ketenangan; dan violet melambangkan semangat.
Tak hanya bendera pelangi yang menjadi simbol uatama, kelompok LGBTQ memiliki bendera masing-masing sebagai tanda identitas gender mereka.