Informasi Awal #
"WIKI PAGI" TRIBUNNEWSWIKI.COM - Brotowali mempunyai nama latin Tinospora crispa merupakan tanaman dari keluarga Menispermiaceae.
Tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tenggara dan India bagian timur laut.
Sebagian masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi dengan brotowali.
Di Jawa, brotowali juga dikenal dengan nama antawali, daun gadel, dan putrawali.
Baca: Kumolo Creative Compound
Sedangkan di Sunda, brotowali lebih dikenal dengan nama andawali.
Sementara di Bali, kerap disebut antawali.
Tanaman herbal ini sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit atau masalah kesehatan.
Brotowali merupakan tanaman semak berkayu memanjat dengan cara membelit.
Baca: Blue Java Banana
Tinggi atau panjang tanaman ini dapat mencapai 15 meter.
Bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat yakni batang.
Batang tua tanaman brotowali memiliki ciri permukaannya berbintil-bintul sampai bertotol-totol, sedangan batang muda tidak berambut. (1)
Kandungan kimia brotowali #
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Balitbangkes Kemenkes RI mengungkap, ada banyak senyawa kimia yang terkandung di dalam tanaman brotowali.
Seluruh bagian tanaman brotowali antara lain mengandung senyawa berikut:
- Zat pahit kolombin (2,22 persen)
- Sedikit alkaloid (tinosporina, tinosporidina), N-feruloiltriptamina dan sekoisolarisiresinol)
- Glikosida (pikroretin dan berberina)
- Flavonoid (apigenin O-glikosida, palmatin, dan pikroretosida)
- Terpenoid (tinosporid, tinosporasid, kordifoliosid A, B, dan C, tinokordifoliosid dan tinokordifolin
- Lignin
- Steroid (giloinsterol, β-sitosterol, dan 20-α-hidroksi ekdison)
- Arabinogalaktan
- Alkaloid kuatener
- N-asetilnornusiferin
- N-fotmil-annonain
- N-formil-ornusiferin
- Alkaloid berberin (hanya pada akar) (2)
Baca: Adas (Tanaman Obat)
Manfaat #
1. Membantu mengobati hipertensi
Di Indonesia, brotowali dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Dalam sebuah penelitian tahun 2013 yang dilakukan pada tikus melaporkan bahwa beberapa kandungan dalam brotowali dapat menurunkan tekanan darah.
Selain itu, brotowali juga dapat menghambat aktivitas aterosklerosis, sehingga dapat melindungi kesehatan jantung manusia.
Brotowali dapat menunda perkembangan aterosklerosis pada pembuluh darah dengan cara menekan kadar kolesterol total, trigliserida, dan lipoprotein densitas rendah.
Sifat antioksidan yang dimiliki oleh brotowali juga dapat melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
2. Membantu mengontrol diabetes
Tak hanya di Indonesia, di negara lain seperti Thailand, Malaysia, Guyana, Bangladesh, dan India, brotowali telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan diabetes.
Penelitian pada hewan dan kultur sel telah menunjukkan bahwa brotowali dapat merangsang produksi insulin dari sel beta yang ada di pankreas.
Brotowali juga dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh otot.
Sehingga, brotowali dapat membantu mengontrol diabetes.
3. Mengobati penyakit kulit
Selain diminum, brotowali juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengobati penyakit kulit, seperti kudis.
Sifat antioksidan dan antiradikal kuat yang terkandung dalam brotowali terbukti dapat membantu mengobati penyakit kulit.
4. Melawan alergi
Ekstrak spesies Tinospora cordifolia memiliki khasiat yang signifikan dalam mengurangi bersin dan hidung yang gatal akibat alergi.
Selain itu, brotowali juga membantu mengurangi gejala hidung tersumbat dan gatal-gatal akibat alergi. (3)
Contoh ramuan obat diabetes dari brotowali #
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan atau khasiat sebagai obat diabetes, brotowali perlu diramu dengan bahan lain.
Berikut formulanya:
- Batang brotowali 5 gram
- Sambiloto 3 gram
- Kumis kucing 5 gram
- Air 110 ml
Cara penggunaan:
Bahan-bahan tersebut direbus
Diminum 2 kali sehari sebanyak 50 cc (4)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
Sumber :
1. hellosehat.com
2. health.kompas.com