Agnosia

Agnosia adalah kondisi ketika otak kehilangan rangsangan sensorik disebabkan trauma atau degenerasi otak.


zoom-inlihat foto
penyakit-Agnosia.jpg
DokterSehat.Com
Ilustrasi penyakit Agnosia

Agnosia adalah kondisi ketika otak kehilangan rangsangan sensorik disebabkan trauma atau degenerasi otak.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Agnosia adalah kondisi ketika otak kehilangan rangsangan sensorik yang disebabkan trauma atau degenerasi otak pada bagian yang bertugas untuk integrasi pengalaman, sensori, persepsi, dan memori.

Penderita agnosia tidak mampu atau berkurangnya kemampuan untuk mengenali objek, suara, bau, rasa, tempat, wajah, dan kemampuan sensorik lainnya.

Penyebab umum penyakit ini adalah keracunan, stroke, dan karbon monoksida.

Kelainan ini mungkin hanya memengaruhi satu indera dan organ modalitas sensorik itu sendiri masih utuh, tetapi dapat juga memengaruhi beberapa indra tergantung tingkat keparahannya.

Kondisi yang paling umum adalah agnosia visual, yakni ketidakmampuan dalam mengidentifikasi suatu objek di depan mata.

Pasien dengan agnosia masih bisa berpikir, berbicara, dan berinteraksi.

Baca: Neurofibromatosis Tipe 1

Agnosia
Agnosia (SehatQ.com)

Baca: Acquired Polyneuropathy

Panca indera tidak mengalami kerusakan, pasien juga tidak mengalami gejala amnesia (hilang ingatan) atau gangguan pemusatan perhatian.

Oleh karena itu, orang yang mengalami agnosia mungkin tidak dapat mengidentifikasi suatu objek, namun masih bisa mengenalinya melalui karakteristik lain, seperti warna (dengan penglihatan) atau sentuhan.

 

  • Jenis & Gejala #


Gejala agnosia visual

Agnosia visual terjadi apabila terdapat kerusakan otak pada jalur serabut saraf yang mengatur informasi visual (penglihatan).

Berikut beberapa tipe agnosia visual, yaitu:

Agnosia visual aperseptif

Agnosia visual aperseptif menyebabkan kesulitan mengenali bentuk atau wujud dari objek yang dilihat.

Pasien akan mengalami kesulitan membedakan satu objek dengan objek lainnya melalui penglihatan.

Pasien juga dapat merasa kesulitan meniru dan menggambar objek tersebut.

Namun pasien dapat menunjuk dan mengangkat objek tersebut tanpa kesulitan, juga masih mengetahui kegunaan objek tersebut.

Agnosia visual asosiatif

Agnosia visual asosiatif adalah ketidakmampuan untuk mengulang informasi yang terkait dengan objek, termasuk nama objek dan kegunaannya.

Jenis agnosia ini tidak membuat pasien kesulitan menggambar objek tersebut.

Walalupun pasien kesulitan menamai objek tersebut dengan mata, pasien dapat mengenali ketika dibantu dengan petunjuk verbal atau gerakan.

• Prosopagnosia

Prosopagnosia ialah ketidakmampuan mengenali wajah. Kondisi ini juga dapat terjadi pada pasien dengan penyakit Alzheimer dan autisme.

• Achromatopsia (buta warna)

Achromatopsia yaitu ketidakmampuan mengidentifikasi warna yang dilihat.

• Agnosic alexia

Pasien akan kesulitan mengenali kata-kata secara visual, sehingga sulit untuk membaca, tetapi pasien dapat berbicara dan menulis tanpa kesulitan.

• Akinetopsia (motion blindness)

Akinetopsia merupakan kesulitan mengidentifikasi gerakan suatu objek. Kondisi langka ini dapat menyebabkan pasien melihat benda yang bergerak seperti bayangan.

Gejala agnosia auditori

Agnosia auditori atau bisa disebut juga pure word deafness adalah kondisi yang ditandai ketidakmampuan pasien mengenali dan mengerti kata-kata yang diucapkan, meskipun dapat mendengarnya dengan baik.

Pasien juga masih bisa membaca, menulis, dan berbicara dengan baik.

Salah satu jenis agnosia auditori adalah phonagnosia yang ditandai dengan ketidakmampuan mengenali dan mengidentifikasi suara orang yang dikenal.

Gejala agnosia taktil

Agnosia taktil merupakan ketidakmampuan mengenali objek dengan sentuhan.

Pasien mampu merasakan berat objeknya, tetapi tidak bisa mengidentifikasi kegunaannya.

Cara pasien dapat mengenali objek tersebut adalah dengan melihatnya.

Salah satu jenis agnosia taktil adalah autotopagnosia, yang ditandai dengan ketidakmampuan mengenali dan melakukan visualisasi bagian-bagian tubuh pasien itu sendiri.

ilustrasi agnosia
ilustrasi agnosia (Youtube)

  • Penyebab #


Gangguan sensorik menyebabkan kerusakan otak pada bagian pemrosesan sensorik.

Bagian otak tersebut bertugas untuk menyimpan informasi dan menjalankan proses identifikasi atau berbagai hal termasuk objek, benda, wajah, tempat, bau, rasa, sentuhan, dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa kondisi medis yang dapat mengganggu bagian otak sensorik tersebut, seperti penyakit stroke, ensefalitis, kanker otak, demensia, alzheimer, tumor otak, abses otak, keracunan karbon monoksida, atau cedera kepala.

Kekurangan suplai oksigen ke dalam otak akibat penyakit tertentu juga dapat menyebabkan gangguan sensorik.

 

  • Pengobatan #


Hingga saat ini, belum ditemkan pengobatan agnosia secara khusus. Namun, dokter dapat merekomendasikan beberapa penanganan, seperti berikut:

Menangani penyebab agnosia

Bila penyebab agnosia bisa diketahui, dokter akan menganjurkan langkah pengobatan khusus.

Misalnya, mengatasi dan mencegah stroke, memberikan antibiotik atau operasi untuk abses otak, dan mengadakan operasi atau radioterapi untuk tumor otak.

Rehabilitasi, terapi wicara, dan terapi okupasi

Beberapa terapi ini berperan penting dalam pengobatan agnosia.

Tujuannya untuk membantu pasien dalam memanfaatkan indera yang berfungsi baik untuk mengompensasi kekurangannya.

Baca: Neuritis Optik

Baca: Sindrom Cauda Equina

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Gejala Sulit mengenali objek, wajah, suara, atau tempat
Faktor Risiko Stroke, cedera kepala, ensefalitis
Pengobatan Rehabilitasi, terapi wicara, dan terapi okupasi
Komplikasi Terbatasnya aktivitas sehari-hari, menurunnya kualitas hidup
Dokter Spesialis Saraf


Sumber :


1. doktersehat.com
2. www.sehatq.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved