Hukuman Mengikat dan Menyeret Anak Layaknya Hewan di Aceh Dikecam, PSI: Sungguh Tidak Manusiawi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kecam dan sebut tindakan menghukum bocah pencuri kotak amal di Aceh adalah tindakan tak manusiawi.


zoom-inlihat foto
Viral-bocah-diseret-karena-curi-kotak-amal.jpg
Instagram/memomedsos
Tangkapan layar video viral seorang bocah di Aceh diikat dengan tali lalu diseret, bermula dari curi kotak amal buat makan ayahnya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa menghukum bocah laki-laki di Aceh yang mencuri kotak amal mendapat banyak sorotan.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam insiden seorang anak laki-laki diikat di leher dan kedua tangan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Sekjen DPP PSI mengatakan peristiwa tersebut sangat tak manusiawi.

Menurutnya, pasti ada cara lain untuk menghukum sang bocah.

“Ini sungguh tidak manusiawi. Pasti ada cara-cara lain yang jauh lebih beradab meski si bocah melakukan hal yang dituduhkan, yaitu mencuri uang di kotak amal masjid,” kata Wakil Sekjen DPP PSI, Danik Eka Rahmaningtiyas, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

Dalam video yang viral di media sosial, leher bocah tersebut diikat dengan tali.

Sementara kedua tangannya diikat ke belakang.

Lalu bocah tersebut diseret disaksikan warga dan rekan sebayanya.

Ilustrasi bocah diikat
Ilustrasi bocah diikat (the shouldered muse)


Polisi setempat menyatakan, bocah tersebut mengambil uang kotak amal di masjid untuk makan.

Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena ayahnya sedang sakit dan tak bisa bekerja,

“Kenapa kita bisa begitu kejam memperlakukan anak-anak? Ke orang dewasa saja tidak pantas, apalagi ke anak-anak yang masih belum matang kejiwaannya. Mereka harus dilindungi, bukan dihukum seenaknya. Kami semakin menyesalkan ketika tahu bahwa anak tersebut terpaksa melakukan karena ayahnya tidak bisa mencari nafkah,” lanjut Danik.

Sudah sepatutnya aksi main hakim sendiri seperti itu dihilangkan.

Hukum harus ditegakkan tapi dengan cara-cara yang benar, manusiawi, dan sesuai prosedur.

Menurut Danik, ada pemberian hukuman yang lebih baik.

Baca: Viral Bocah di Aceh Diseret karena Curi Kotak Amal Buat Makan, Warganet Serang Pemberi Hukuman

Baca: Disorot karena Beri Hukuman Tak Wajar, Pria Penyeret Anak yang Curi Kotak Amal di Aceh Minta Maaf

Terlebih, keputusan untuk mengikat dan menyeret sang bocah bisa membawa dampak psikologis bagi sang anak.

“Lebih jauh, perlakuan tidak manusiawi tersebut, potensial membawa dampak psikologis bagi si anak. Alih-alih membuat jera, perlakuan tersebut bisa memunculkan problem baru di kemudian hari,”

Selain itu, di hari-hari mendatang, PSI mengingatkan solidaritas sosial seharusnya tetap terjaga agar perbuatan semacam yang dilakukan si bocah bisa dicegah.

“Terkhusus di masa pandemi seperti sekarang, solidaritas sosial harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan Sehingga setiap kali ada keluarga yang kekurangan, bisa segera diketahui dan dibantu,” pungkas Danik.

Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Ahmad Yani mengonfirmasi peristiwa penyeretan anak di Aceh karena curi kotak amal.

Ahmad mengatakan polisi juga telah mendatangi pelaku yang mengikat leher bocah tersebut.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved