Kemenkes Buka Suara Terkait Video Besi Bermagnet yang Bisa Menempel pada Lengan Orang yang Divaksin

Di media sosial beredar video besi bermagnet yang bisa menempel pada lengan orang yang mengaku telah disuntik vaksin Covid-19.


zoom-inlihat foto
magnetViral-video-besi-bermagnet-menempel-di-lengan-orang-setelah-divaksin.jpg
Twitter
Viral video besi bermagnet menempel pada lengan orang setelah divaksin


Sang pria kemudian mengatakan bahwa narasi yang selama ini beredar benarlah adanya.

"Ternyata benar, ada daya tarik saat mendekat ke tubuh kita. Jadi bukan hoaks, tetapi ternyata benar. Kita tidak tahu apa maksud dan tujuannya ini, semoga kita selalu sehat walafiat selalu. Terima kasih, Assalamualakum."

Baru-baru ini, Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad, Kolonel Inf. Haryantana, mengatakan pria di dalam video bukanlah seorang tentara.

Baca: Penjelasan Kemenkes soal Narasi Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet dan Buat Koin Menempel

Baca: Jokowi Singgung Kesenjangan Vaksin di Dunia, Negara Berpenghasilan Rendah Hanya Dapat 0,3 Persen

Meskipun sang pria mengenakan pakaian kostrad, dirinya bukanlah anggotanya.

"Setelah dilakanakan pengecekan ke jajaran, bahwa oknum tersebut bukan anggota Kostrad," ujar Haryantana, Kamis (27/5/2021) malam.

Senada dengan Haryantana, Ws. (Wakil Sementara) Perwira Penerangan Divif 2 Kostrad, Lettu Arh Adi Surya Pamungkas, juga menegaskan hal yang sama.

"Kami sampaikan informasi bahwa anggota tersebut bukan anggota Kostrad dan bukan merupakan tentara aktif/pensiun dini. Saat ini hal tersebut sedang ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang," ujar Adi dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/5/2021) malam.

Beredar kabar bahwa pria tersebut adalah anggota polisi khusus kereta api (Polsuska) yang berdinas di Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

Saat dikonfirmasi, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif membenarkan adanya informasi tersebut.

Luqman pun menyampaikan beberapa hal menanggapi hal itu.

"Pertama, kami tadi koordinasi dengan pimpinan Daop 8, memang yang bersangkutan itu anggota Polsuska Daop 8 Surabaya," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, PT KAI sangat menyesalkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh yang bersangkutan.

Menurut Luqman, hal itu merupakan opini pribadi.

"Itu kan opini pribadi ya yang disampaikan ke medsos, dia itu enggak punya kapabilitas dan kemampuan di bidang medis," tuturnya.

"Itu keluar dari opini pribadi dia aja gitu kan, enggak ada kaitannya dengan dinas," tambah Luqman.

Ketiga, PT KAI juga telah meminta kepada yang bersangkutan untuk menghapus postingannya tersebut.

"Dan keempat, akan ada pembinaan internal dari kami, supaya ke depannya kalau menyampaikan opini harus hati-hati, biar jadi pembelajaran dia ke depannya," kata Luqman.


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved