Tahun 2014 lalu, dia sempat menyantap nasi gudeg di pinggiran jalan Malioboro.
Dia pun kaget karena saat membayar, harga dua porsi nasi itu ditaksir mencapai Rp85.000.
Menurutnya harga itu sangat tak wajar.
Seorang warganet lain kemudian mengungkapkan bahwa mahalnya harga makanan di Malioboro disebabkan harga sewa warung.
Alasan lainnya adalah karena kawasan tersebut memanglah tempat wisata.
Banyak pedagang yang memanfaatkan hal tersebut.
Baca: Viral Unggahan Pengunjung Malioboro Digoda Petugas saat Bagikan Nasi Kotak, Pelaku Dihukum Push Up
Baca: Viral Aksi Saling Dukung saat Demo: Mahasiswa, Polisi, dan TNI Saling Oles Pasta Gigi di Malioboro
Kemudian warganet lain berpesan jika berpergian ke Jogja sebagai wisatawan, harus jeli memilih tempat makan.
"Tips buat wisatawan, kalo mau makan yang beneran murah di jogja, jangan makan di malioboro. di pinggir jalan mana kek; seturan, concat, nologaten, jalan solo atau di mana pokoknya jangan di malioboro," kata seorang warganet.
Pemkot Turun Tangan
Viralnya harga pecel lele yang tak masuk akal tersebut akhirnya membuat Pemerintah Kota Yogyakarta turut memberilan tanggapan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya akan menelusuri kejadian tersebut.
Pemkot juga akan mencari tahu siapa pedagang yang mematok harga tak masuk akal itu.
"Ya kami sedang telusuri dan mencari pedagangnya siapa," ucapnya pada Rabu, (26/5/2021).
(TribunnewsWiki.com/Restu)