Suatu ketika, dagangan ibunya yang dijajakan pernah ditendang oleh seorang anggota TNI.
Oknum tamtama itu kemudian mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.
Kejadian tersebut justru menjadi motivasi serta semangat bagi Dudung dan membuat dirinya bangkit dan bersemangat.
Setelah lulus SMA tahun 1985, ia mendaftar Akabri Darat.
Dia melaksanakan pendidikan Akmil sampai tahun 1988 dengan menyandang pangkat Letnan Dua.
Dudung pernah menempuh Pendidikan Lanjutan Perwira I atau (Diklapa I) hingga Diklapa II.
Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat.
Riwayat Jabatan
Dudung Abdurachman pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas.
Lalu, dirinya diamanahi sebagai Dandim 0418/Palembang.
Pada tahun 2010 hingga 2011 Dudung menjabat sebagai Aspers Kasdam VII/Wirabuana.
Dia kemudian menjadi Danrindam II/Sriwijaya.
Dudung juga sempat menjabat sebagai Dandenma Mabes TNI. Pada tahun 2015 hingga 2016 dirinya diamanahi sebagai Wagub Akmil.
Dia kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Kasad dari tahun 2016 hingga 2017.
Setelah itu, dirinya menjabat sebagai Waaster Kasad dari tahun 2017 hingga 2018.
Dudung juga pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil selama dua tahun, yakni tahun 2018 hingga 2020.
Pada tahun 2020 dirinya diangkat sebagai Pangdam Jaya.
Per 25 Mei 2021, dirinya diangkat menjadi Pangkostrad.
Baca: Isu Mayjen TNI Dudung Abdurachman Lengser dari Jabatan Mencuat: Misal Dicopot Saya Nggak Takut
Viral Copot Baliho FPI
Pada November 2020 ada sebuah video prajurit TNI mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang viral di media sosial.