Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad Ini

Beruikut adalah penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait hukum menggabungkan Qadha puasa Ramadhan dengan puasa Syawal


zoom-inlihat foto
Tribun-Soloa.jpg
Tribun Solo
Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad Ini


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

"Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

(Niat harus dibaca sebelum fajar, sebagaiamana Puasa Ramadan)

Niat Puasa Syawal

Bagi yang niat puasa Syawal saja, bisa membaca niat sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَي

(Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Terjemahannya, "Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala."

-

Artikel ini telah tayang di Surya dengan judul Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qadha di Hari Ayyamul Bidh

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Surya)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved