Informasi Awal #
TRIBUNEWSWIKI.COM- Abdul Fattah al-Sisi atau Abdul Fattah Said Hussein Khalil al-Sisi adalah Presiden Mesir yang keenam.
Dia lahir tanggal 19 November 1954 dan dibesarkan di Gamaleya, jantung kota Islam kuno Kairo
Sebelumnya Abdul Fattah al-Sisi adalah seorang militer Mesir yang menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Mesir dan Menteri Pertahanan sejak 12 Agustus 2012 sampai dengan 26 Maret 2014.
Sebagai kepala angkatan bersenjata, Abdul Fattah al-Sisi memainkan peran utama dalam menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada kudeta Mesir 2013 dan terpilih secara demokraktis.
Setelah itu Abdul Fattah al-Sisi mengangkat dirinya sebagai Deputi pertama Perdana Menteri sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pada 26 Maret 2014, Abdul Fattah al-Sisi mencalonkan diri sebagai presiden. (1)
Baca: Recep Tayyip Erdogan
Masa Kecil #
Sejak muda Abdul Fattah al-Sisi dikenal memiliki kepribadian yang tenang dan saleh, bergaya sederhana serta penuh kehangatan.
Selama beberapa generasi hanya membuat dan menjual perabot bergaya arab, keluarga Abdul Fattah al-Sisi bekerja di bazar.
Banyak yang mendukung bisnisnya dan mendapatkan respons baik dari konsumen.
Pada 1970-an Kementerian Kebudayaan Mesir juga memberi keluarga itu sebuah sertifikat yang menyebut mereka perajin Arab terbaik di Mesir.
Saat muda dia sering bekerja di toko sepulang sekolah.
Dia tahu bagaimana melakukannya bahkan disebut ahli dalam berdagang.
Dia disebut sebagai anak yang sangat serius. Kegemarannya bermain catur dan angkat beban. Namun, dia tidak pernah bermain petak umpet dengan anak seusianya.
Keluarganya dianggap salah satu yang terkaya di daerah itu. Meski menurut orang sekitarnya, kekayaan mereka tidak pernah ditunjukkan secara terang-terangan.
Mereka dikenal sangat rendah hati oleh masyarakat sekitar. (2)
Baca: Hosni Mubarak
Karier #
Militer gemilang
Tidak seperti saudara laki-lakinya yang menjadi hakim senior atau pegawai negeri, Abdul Fattah al-Sisi bersekolah di sekolah menengah yang dikelola tentara. Setelah lulus dari Akademi Militer Mesir pada 1977, dia bertugas pada infanteri lalu naik ke komando divisi mekanis.
Abdul Fattah al-Sisi kemudian bertugas sebagai atase militer di Arab Saudi sampai akhirnya diangkat menjadi Kepala Intelijen Militer.
Beberapa petinggi sudah melihat bahwa Abdul Fattah as-Sisi sepertinya tengah dipersiapkan menjadi Menteri Pertahanan berikutnya.
Pada 2005-2006, dia sempat dikirim ke perguruan tinggi perang tentara Amerika Serikat (AS) di Pennsylvania yang diasah dengan naluri politik.
Pada 2011, namanya semakin dikenal setelah diangkat sebagai anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (Scaf). Pasukan inilah yang mengambil alih pemerintahan Mesir menyusul pemberontakan besar yang memaksa presiden lama Hosni Mubarak mengundurkan diri.
Jenderal Abdul Fattah al-Sisi ternyata membangun relasi dengan Ikhwanul Muslimin.
Padahal gerakan Islam saat berpengaruh dan dilarang di bawah pemerintahan Mubarak.
Pada Juni 2012 Mohammed Morsi, seorang tokoh senior di Ikhwan, menjadi Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis. Dua bulan kemudian, dia menunjuk Jenderal Adbul Fattah al-Sisi sebagai panglima militer dan Menteri Pertahanan Mesir.
Kehendak rakyat
Abdul Fattah al-Sisi lebih banyak dikenal sebagai pribadi yang terkendali. Dia adalah seseorang yang berbicara hanya ketika dia harus melakukannya.
Namun, protes yang terus terjadi setelah pergantian pemerintahan akhirnya membuatnya tidak bisa berdiam diri.
Masyarakat mengkritik besarnya pengaruh Islam yang dipimpin Ikhwanul Muslimin dalam kehidupan publik. Gelombang kemarahan utamanya ditujukan kepada Presiden Morsi atas kesulitan ekonomi yang masih terus berlanjut di tanah Mesir.
Tekanan publik meningkat pada akhir Juni 2013. Jenderal Sisi akhirnya memperingatkan akan menurunkan tentaranya jika pemerintah tidak menanggapi "kehendak rakyat".
Pada 1 Juli, Sisi mengeluarkan ultimatum kepada Morsi untuk menyelesaikan krisis dalam waktu 48 jam atau menghadapi intervensi militer.
Morsi menawarkan beberapa negosiasi, tetapi menolak mundur atau menyetujui pemilihan umum awal. Alhasil, pada 3 Juli militer memecatnya dan menahan Morsi.
Publik baru mendengar jelas suara Sisi pada 3 Juli 2013, tepatnya saat sang jenderal muncul di televisi untuk mengumumkan pencopotan Presiden Morsi dari jabatannya.
Konstitusi kemudian ditangguhkan, dan pemerintahan sementara dilantik. Seorang presiden boneka, Adly Mansour, dilantik.
Namun, jelas bahwa Sisi, yang mempertahankan gelar Menteri Pertahanan, memegang kekuasaan.
Sisi menyatakan Morsi telah gagal memenuhi "harapan untuk konsensus nasional".
Langkahnya pun mendapat dukungan rakyat Mesir. Puluhan ribu orang merayakan kudeta militer itu di Tahrir Square, mereka meneriakkan "rakyat dan tentara adalah satu.”
Kejahatan terhadap kemanusiaan
Sebelum ditahan, Morsi menolak apa yang dia sebut sebagai “kudeta militer penuh.” Pendapat Morsi beralasan, pasalnya tidak semua mendukung kudeta yang dilakukan Sisi.
Para pendukung Ikhwanul Muslimin dan kelompok lain yang menentang tindakan militer mengadakan protes di seluruh Mesir.
Unjuk rasa satu ini ditanggapi pasukan keamanan dengan kekuatan mematikan. Menurut kelompok hak asasi manusia, setidaknya 900 pengunjuk rasa tewas di alun-alun Rabaa al-Adawiya dan al-Nahda Kairo pada 14 Agustus 2013.
Namun, pemerintah mengklaim banyak pengunjuk rasa bersenjata, dan sejumlah polisi juga tewas.
Tindakan keras terhadap Ikhwan terus berlanjut setelah itu. Para pemimpin kelompok dan ribuan pendukungnya ditangkap. Organisasi itu sekali lagi dilarang di Mesir.
Banyak yang kemudian dijatuhi hukuman mati atau hukuman penjara yang lama. Hukuman dijatuhkan dalam persidangan massal, yang menurut para aktivis melanggar hak proses hukum yang mendasar.
Maju menjadi presiden
Pada Januari 2014, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi dipromosikan menjadi Perwira Tinggi, pangkat tertinggi tentara Mesir. Pihak militer kemudian memberinya restu untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Dua bulan kemudian, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari militer dan meluncurkan kampanye pemilihannya.
Di bawah slogan "Hidup Mesir", dia menguraikan rencana ambisius. Janjinya mengembangkan pertanian, perumahan, pendidikan dan daerah miskin serta meningkatkan lapangan kerja.
Abdul Fattah al-Sisi terpilih sebagai presiden pada Mei 2014 dengan kemenangan telak 97 persen suara.
Mengenai rencananya untuk memerangi kemiskinan, dia berjanji orang Mesir akan melihat standar hidup yang lebih baik dalam dua tahun.
Dia meminta sektor swasta dan publik untuk membantu orang miskin dengan memilih "margin keuntungan yang lebih rendah." Jika itu tidak dilakukan, tentara sendiri akan menawarkan barang-barang berkualitas tinggi dengan harga lebih rendah.
Namun, standar hidup banyak orang di Mesir justru menurun selama masa jabatan pertama Presiden Sisi.
Mata uang Mesir terdevaluasi pada 2016. Penarikan bahan bakar dan subsidi lainnya untuk memenuhi persyaratan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF), memengaruhi daya beli orang Mesir.
Inisiatif lain termasuk peluncuran sejumlah mega proyek untuk menghidupkan kembali ekonomi, termasuk perluasan kanal Suez senilai 8,2 miliar dolar AS (Rp115 triliun) dan ibu kota baru yang diperkirakan menelan biaya 45 miliar dolar AS (Rp630,9 triliun). (2)
Baca: Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Info Pribadi |
|---|
| Kelahiran | 19 November 1954 (usia 66 tahun) |
|---|
| Riwayat Karir | Presiden Mesir ke-6 |
|---|
| Istri | Entissar Amer |
|---|
| Anak | Aya el-Sisi, Mahmoud el-Sisi, Hassan el-Sisi, Mustafa el-Sisi |
|---|