Hosni Mubarak

Hosni adalah seorang pejabat militer dan politisi Mesir yang menjabat sebagai Presiden Mesir sejak Oktober 1981 hingga 2011.


zoom-inlihat foto
hosni-mubarak-mesir.jpg
PHILIPPE BOUCHON / AFP
Mantan Presiden Mesir yang berkuasa selama 30 tahun, Hosni Mubarak meninggal dunia pada usia 91 tahun

Hosni adalah seorang pejabat militer dan politisi Mesir yang menjabat sebagai Presiden Mesir sejak Oktober 1981 hingga 2011.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Hosni Mubarak yang dieja Ḥosnī Mubārak, Ḥosnī yang juga dieja Ḥusnī, memiliki nama lengkap Muḥammad Ḥusnī al-Sayyid Mubārak.

Hosni lahir di Al-Minūfiyyah, Mesir pada 4 Mei 1928 dan wafat di Kairo, Mesir pada 25 Februari 2020.

Hosni adalah seorang pejabat militer dan politisi Mesir yang menjabat sebagai Presiden Mesir sejak Oktober 1981.

Hosni lengser dari jabatannya sebagai Presiden hingga Februari 2011, ketika kerusuhan massal memaksanya untuk mundur. (1)

Baca: Geoffrey Chaucer

Baca: Virginia Gardner

  • Karier Militer dan Presiden #


Hosni lulus dari Akademi Militer Mesir di Kairo pada tahun 1949 dan Akademi Udara di Bilbays 1950.

Hosni lalu menerima pelatihan penerbangan dan bomber lanjutan di Uni Soviet.

Hosni memegang posisi komando di Angkatan Udara Mesir, kemudian menjadi Direktur Akademi Udara sejak 1966 hingga 1969.

Pada tahun 1972, Presiden Mesir, Anwar Sadat menunjuk Hosni sebagai Kepala Komandan Angkatan Udara.

Hosni ditunjuk menjadi Kepala Komandan karena kinerja Angkatan Udara Mesir yang berhasil pada hari-hari pembukaan perang dengan Israel pada Oktober 1973.

Kemudian Hosni dipromosikan menjadi Panglima Perang Udara pada tahun 1974.

Pada April 1975, Anwar Sadat menamainya Wakil Presiden, dan pada tahun-tahun berikutnya Hosni aktif dalam sebagian besar negosiasi yang melibatkan kebijakan Timur Tengah dan Arab.

Dia menjabat sebagai mediator utama dalam perselisihan antara Maroko, Aljazair, dan Mauritania tentang masa depan Sahara Barat (Spanyol).

Hosni Mubarak kemudian menjadi presiden setelah Anwar Sadat dibunuh pada 6 Oktober 1981.

Pada tahun-tahun di mana Hosni menjabat, terdapat peningkatan hubungan baik antara Mesir dengan negara-negara Arab yang lain.

Selain itu, Hosni juga mampu mendinginkan hubungan dengan Israel, terutama setelah invasi Israel ke Lebanon pada tahun 1982.

Hosni menegaskan kembali perjanjian damai Mesir dengan Israel yang dilakukan pada tahun 1979 di bawah Camp David Accords.

Namun, tetap membina hubungan yang baik dengan Amerika Serikat karena mereka merupakan pendonor bantuan utama untuk Mesir.

Pada tahun 1987, Hosni Mubarak kembali terpilih untuk masa jabatan enam tahun kedua sebagai presiden.

Selama krisis Teluk Persia dan perang setelah invasi Irak ke Kuwait pada 1990 hingga 1991, Hosni memimpin negara-negara Arab lainnya dalam mendukung keputusan Saudi untuk mengundang bantuan koalisi militer pimpinan Amerika Serikat untuk memulihkan Kuwait.

Hosni juga memainkan peran penting dalam menengahi perjanjian bilateral antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina yang ditandatangani pada tahun 1993.

Terpilih kembali sebagai presiden pada tahun 1993, Hosni Mubarak menghadapi peningkatan kekerasan secara gerilya dan meningkatnya keresahan di antara partai-partai oposisi yang mendesak reformasi pemilu yang demokratis.

Sementara, pemilihan umum secara bebas atau demokrasi di Mesir terakhir diadakan pada tahun 1950.

Dia meluncurkan kampanye melawan fundamentalis Islam, terutama Kelompok Islam yang bertanggung jawab atas serangan 1997 di Luxor yang menewaskan sekitar 60 turis asing.

Pada tahun 1995 ia lolos dari upaya pembunuhan di Ethiopia dan pada tahun 1999 sedikit terluka setelah diserang oleh seorang penyerang yang memegang pisau.

Meski demikian, Husni Mubarak terus menekan untuk adanya perdamaian di Timur Tengah.

Berjalan tanpa ada perlawanan, ia kembali terpilih untuk masa jabatan keempat sebagai presiden pada tahun 1999.

Pada tahun 2005 Mubarak dengan mudah memenangkan pemilihan Presiden Multi-kandidat pertama di Mesir yang kemudian diisukan karena jumlah pemilih yang rendah dan tuduhan penyimpangan. (2)

Baca: Vladimir Putin

Baca: Lana Parrilla

  • Pasca Presidensial #


Pada Januari 2011, ribuan pengunjuk rasa yang marah karena penindasan, korupsi, dan kemiskinan di Mesir, turun ke jalan dan menyerukan agar Hosni mundur sebagai presiden.

Demonstrasi itu terjadi tidak lama setelah pemberontakan rakyat di Tunisia yang memaksa Presiden Tunisia yang dikenal sebagai Revolusi Melati.

Hosni tidak muncul di muka umum hingga 28 Januari, hari keempat bentrokan antara pemrotes dan polisi, ketika ia memberikan pidato di televisi pemerintah Mesir yang mengindikasikan bahwa ia bermaksud tetap menjabat.

Dalam pidatonya ia mengakui permintaan para pemrotes untuk perubahan politik dengan mengumumkan bahwa ia akan membubarkan kabinetnya dan melaksanakan reformasi sosial dan ekonomi baru.

Namun, konsesi itu diberhentikan oleh pengunjuk rasa sebagai cara untuk tetap berkuasa dan tidak berbuat banyak untuk menenangkan kerusuhan.

Hari berikutnya Hosni menunjuk seorang wakil presiden untuk pertama kalinya dalam masa kepresidenannya, memilih Omar Suleiman, direktur Dinas Intelijen Umum Mesir.

Pada 1 Februari, di bawah tekanan dari berlanjutnya protes, Hosni muncul di televisi pemerintah Mesir dan mengumumkan bahwa ia tidak akan ikut dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan untuk September 2011.

Di bawah tekanan terus-menerus untuk segera mundur, Hosni kembali berpidato di televisi pada 10 Februari.

Masyarakat mengharapkan pidato Hosni tersebut untuk mengumumkan pengunduran dirinya, namun ia menegaskan akan tetap berada di kantor hingga masa jabatannya berakhir dan mendelegasikan beberapa kekuasaannya kepada Suleiman.

Hosni berjanji untuk melembagakan reformasi pemilu dan berjanji untuk mengangkat hukum darurat Mesir, yang berlaku sejak 1981, ketika situasi keamanan di Mesir menjadi cukup stabil.

Pada 11 Februari Mubarak meninggalkan Kairo ke Sharm el-Sheikh, sebuah kota peristirahatan di Semenanjung Sinai di mana ia memiliki sebuah tempat tinggal.

Beberapa jam kemudian Suleiman muncul di televisi Mesir untuk mengumumkan bahwa Mubarak telah mengundurkan diri sebagai presiden, dan meninggalkan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, sekelompok perwira militer senior untuk memerintah negara itu.

Setelah mengetahui pengunduran diri Mubarak, massa di Tahrir Square dan daerah protes lainnya merayakan turunnya Hosni Mubarak.

Setelah lengsernya Hosni, pemerintah Mesir mulali menyelidiki dugaan korupsi dan penyalahgynaan kekuasaan dalam rezim Hosni Mubarak.

Mereka menanyai dan menangkap beberapa mantan pejabat dan pemimpin bisnis yang memiliki hubungan dekat dengan Hosni.

Penyelidikan ini dipicu oleh laporan bahwa keluarga Mubarak memiliki kekayaan bernilai miliaran dolar dalam rekening luar negeri.

Pada 10 April, jaksa penuntut umum mengumumkan bahwa Hosni dan putra-putranya, Alaa dan Gamal, akan diperiksa oleh penyelidik.

Menyusul pengumuman itu, Hosni membuat pernyataan publik pertamanya sejak mengundurkan diri sebagai presiden, menyangkal tuduhan korupsi.

Pada 12 April, saat menunggu untuk diperiksa, Mubarak dirawat di rumah sakit setelah dilaporkan menderita serangan jantung.

Mubarak ditahan di sebuah rumah sakit di Sharm el-Sheikh setelah evaluasi medis resmi menyimpulkan bahwa kesehatannya terlalu rapuh untuk dipindahkan ke penjara di Kairo.

Pada bulan Mei media pemerintah Mesir melaporkan bahwa kondisinya telah stabil, meskipun ia perlu dirawat karena depresi.

Pada 24 Mei, jaksa penuntut umum mengumumkan bahwa Mubarak akan diadili karena memerintahkan pembunuhan terhadap para pemrotes serta korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pada 3 Agustus, Mubarak muncul di depan umum untuk persidangan di Kairo dengan keamanan yang ketat.

Meskipun Hosni memiliki kesehatan yang buruk, ia tetap menghadiri persidangan dengan tempat tidur rumah sakit.

Hosni tampak waspada selama persidangan dan menyangkal semua tuduhan terhadapnya.

Pada Januari 2013, pengadilan Mesir memerintahkan pengadilan ulang untuk kasus pembunuhan demonstran dan korupsi karena masalah prosedural dalam persidangan pertama.

Pada Mei 2014, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara untuk Mubarak karena menggelapkan dana publik.

Masing-masing putranya dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus yang sama.

Pada November 2014, pengadilan menolak dakwaan terhadap Mubarak atas pembunuhan demonstran, dengan alasan yurisdiksi pengadilan telah dibatalkan oleh penundaan tiga bulan dalam pengajuan jaksa penuntut atas dakwaan asli terhadap Mubarak pada 2011. (3)

Baca: Kabar Duka, Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia, Berkuasa Selama 30 Tahun

Baca: Virus Corona Telah Merambah Hingga ke Mesir, 1 Warga Asing Diisolasi

  • Wafat #


Kematian Mubarak wafat pada hari Selasa 25 Februari 2020 di Rumah Sakit Militer dalam usia 91 tahun.

Mubarak menjalani operasi akhir Januari 2020 dan ia mulai berada di unit perawatan intensif pada 22 Februari 2020.

Hosni Mubarak dilaporkan meninggal ketika menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

Namun, tidak dipaparkan secara rinci alasan mengapa ia harus menjalani operasi. (4)

(TribunnewsWiki.com/Ron)



Nama Muhammad Hosni Mubarak
Lahir Mesir, 4 Mei 1928
Wafat Mesir, 25 Februari 2020
Riwayat Presiden Mesir
   


Sumber :


1. www.britannica.com
2. www.britannica.com
3. internasional.kompas.com
4. www.cnnindonesia.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved