Wahidin Soedirohoesodo

dr. Wahidin Soedirohoesodo adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 7 Januari 1852.


zoom-inlihat foto
Wahidin-Soedirohoesodo.jpg
kompas.com
Wahidin Soedirohoesodo

dr. Wahidin Soedirohoesodo adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 7 Januari 1852.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - dr. Wahidin Soedirohoesodo adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 7 Januari 1852.

Wahidin Soedirohoesodo terkenal karena perannya dalam pembentukan organisasi Budi Utomo.

Meskipun ia bukan pendiri organisasi kebangkitan nasional tersebut, dialah penggagas berdirinya organisasi yang dibentuk oleh para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).

Dokter lulusan STOVIA ini sangat senang bergaul dengan rakyat biasa, sehingga tak heran jika dirinya mengetahui banyak perihal penderitaan rakyat.

Ia juga sangat menyadari bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda.

Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, yakni kecerdasan yang dimiliki rakyat.

Oleh sebab itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah.

Sosok dr Wahidin Sudirohusodo
Sosok dr Wahidin Sudirohusodo (direktoratk2krs.kemsos.go.id)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Ki Hadjar Dewantara

Baca: Hari Kebangkitan Nasional Indonesia

Sebagai seorang dokter, ia sering mengobati rakyat tanpa memungut bayaran.

Dua pokok yang menjadi perjuangannya ialah memperluas pendidikan dan pengajaran dan memupuk kesadaran kebangsaan.

dr. Wahidin Soedirohoesodo meninggal dunia di Yogyakarta pada 26 Mei 1917.

  • Pendidikan #


Wahidin Soedirohoesodo sempat duduk di bangku sekolah dasar yang bernama angka loro.

Sekolah ini didirikan oleh pemerintah kolonial (penjajah) untuk memberantas buta huruf.

Wahidin merupakan murid terpandai di kelasnya, sehingga pada 1864, saat dirinya menginjak usia 12 tahun, ia masuk ke Sekolah Rakjat Rendah Eropa (Eurepeesche Lagere School-ELS).

Ia kemudian melanjutkan kembali sekolahnya dengan masuk Tweede Europese Lagere School atau Sekolah Dasar Eropa Kedua.

Meskipun ia merupakan salah satu murid golongan priyayi rendah, Wahidin tidak rendah diri, ia bahkan lulus dengan mendapat predikat uitmuntend artinya terbaik.

Berkat kepandaiannya di bidang akademik, Wahidin pun melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi Batavia, Sekolah Dokter Jawa yang kemudian disebut School Tot Opeleiding Voor Inlandse Arsten (STOVIA).

Gedung sekolah pada zaman Belanda dulu masing2 Europeache Lagere School dan Tweede Unlandeche School di jalan Abd. Rachman Saleh dan Christelijke Mulo di Jl. Kwini, Jakarta akan dikembalikan fungsinya selaku sekolah lagi oleh pemerintah DKI Jaya. Kini ketiga gedung itu dipakai sebagai kompleks perumahan tinggal. Pemerintah DKI bermaksud memindahkan penghuni2nya ke Cengkareng; seperti halnya penghuni ex Gedung Stovia. Gambar: dua dari tiga sekolah itu.(Arsip KOMPAS)
Gedung sekolah pada zaman Belanda dulu masing2 Europeache Lagere School dan Tweede Unlandeche School di jalan Abd. Rachman Saleh dan Christelijke Mulo di Jl. Kwini, Jakarta akan dikembalikan fungsinya selaku sekolah lagi oleh pemerintah DKI Jaya. Kini ketiga gedung itu dipakai sebagai kompleks perumahan tinggal. Pemerintah DKI bermaksud memindahkan penghuni2nya ke Cengkareng; seperti halnya penghuni ex Gedung Stovia. Gambar: dua dari tiga sekolah itu.(Arsip KOMPAS) (Kompas.com)

  • Tokoh Penggerak Pendidikan #


Setelah Wahidin lulus dari STOVIA, ia sukses menjadi seorang dokter hebat yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan dunia pendidikan anak bangsa.

Terdapat dua hal pokok yang ia perjuangkan, yakni memberikan pendidikan sebaik-baiknya kepada masyarakat dan menggugah kesadaran kebangsaan mereka.

Sebagai bagian dari aksi tersebut, Wahidin membuat sebuah majalah bernama Retno Dhoemilah yang berarti Permata yang Bercahaya pada Mei 1895.

Selama dirinya memimpin redaksi majalah tersebut, ia merasa lebih mudah dalam menyuarakan kepentingan bangsanya.

Salah satu hal penting yang ia suarakan yaitu perihal usulan pembentukan lembaga beasiswa (studiefonds) yang akan dikampanyekan secara langsung dengan berkeliling Pulau Jawa.

Para pendiri organisasi Budi Utomo.
Para pendiri organisasi Budi Utomo. (KEMDIKBUD / via Kompas.com)

  • Penggagas Budi Utomo #


Wahidin Soedirohoesodo banyak menghabiskan waktunya untuk berkeliling di kota-kota besar di Jawa guna menyuarakan gerakan pendidikan yang ia pelopori.

Ia menyuarakan gagasannya mengenai “dana pelajar” untuk membantu pemuda-pemuda cerdas yang tidak mendapat kesempatan dalam melanjutkan sekolah.

Namun, gagasan tersebut masih belum mendapat tanggapan yang cukup.

Wahidin juga mengemukakan gagasan itu kepada para pelajar STOVIA di Jakarta, bahwa perlu didirikan organisasi untuk memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa.

Gagasan ini ternyata disambut dengan baik oleh para pelajar STOVIA.

Pada 20 Mei 1908, terbentuklah organisasi Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan Goenawan Mangoenkoesoemo.

Kedua tokoh tersebut merupakan pelajar dari STOVIA yang juga bersekolah bersama Wahidin Soedirohoesodo.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: dr Soetomo

Baca: 17 AGUSTUS - Budi Utomo

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Tempat Lahir Mlati, Sleman, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Hindia Belanda
Tanggal Lahir 7 Januari 1852
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved