Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum penerangan ialah salah satu media yang mengumpulkan, mempelajari, menggelar dan merawat objek sejarah penerangan dan komunikasi.
Museum ini juga merupakan media komunikasi masa keenam setelah tatap muka, radio, TV, film dan pers.
Museum penerangan menempati lahan seluas 10.850 m2 dengan luas bangunan 3.980 m2, yang berlokasi di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Didirikan atas prakarsa Ibu Tien Soeharto dan diresmikan pada tanggal 20 April 1993 oleh Presiden Soeharto.
Bangunan museum berbentuk bintang bersudut lima yang melambangkan Pancasila dan lima unsur penerangan.
Di halaman depan terdapat tugu yang menyangga lambing penerangan 'Api nan Tak Kunjung Padam', dikelilingi oleh lima patung juru penerang serta air mancur.
Pertemuan air dari atas tugu dengan air yang memancar dari bawah melambangkan hubungan timbal balik antara pemerintah, masyarakat dan media masa.
Baca: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Baca: Lihat Kediaman Tien Soeharto di Solo, Ada Koleksi Antik dan Berharga yang Masih Tersimpan Rapi
Bangunan ini terdiri dari tiga lantai, melambangkan kehidupan masa lalu, masa kini dan masa mendatang.
Puncak gedung berbentuk silinder, mencitrakan kenthongan sebagai unsur penerangan tradisional, menyangga menara antenna sebagai unsur modern.
Sejarah #
Fungsi lembaga penerangan pada masa penjajahan hingga kemerdekaan ialah untuk memberikan informasi tentang kondisi pemerintahan kepada masyarakat.
Orang yang memberitakan informasi tersebut biasanya disebut sebagai jurpen atau juru penerangan.
Sebelum kemerdekaan, cikal bakal kegiatan penerangan dimulai pada tanggal 20 Mei 1908 yang kini disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Bentuk-bentuk kegiatan penerangannya berupa munculnya surat kabar seperti Java Post dan De Banier pada awal abad 19.
Setelah itu, berbagai macam propoganda menentang pemerintahan kolonial terus bermunculan.
Dua hari setelah kemerdekaan, tepatnya 19 Agustus 1945, dibentuklah Kementerian Penerangan hingga dibubarkan di tahun 1999 setelah runtuhnya rezim Soeharto.
Berkembangnya kegiatan penerangan di Indonesia juga ditandai dengan kemunculan Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945 dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tanggal 24 Agustus 1962.
Koleksi #
Koleksi ditata di luar dan di dalam gedung, yang secara keseluruhan menggambarkan sejarah penerangan sejak pergerakan nasional hingga masa Indonesia modern.
Koleksi di luar gedung diantaranya yakni empat mobil siaran luar Televisi Republik Indonesia (TVRI), mobil panggung penerangan, mobil unit Sinerama PFN, mobil siaran luar Radio Republik Indonesia (RRI), serta mobil siaran luar TVRI pertama untuk meliput Asian Games IV di Jakarta tahun 1962, yang tercatat sebagai awal berdirinya TVRI dan mesin cetak tiga zaman.
Koleksi lantai satu berupa benda-benda yang mempunyai nilai sejarah informasi dan komunikasi dari film, radio, televise, media tatap muka, termasuk media tradisional, serta perkembangan media pers dan grafika.
Selain itu terdapat 4 diorama kecil operasional penerangan di bidang pependes, pencerdasan kehidupan bangsa, penanggulangan bencana alam, dan kelompencapir.
Koleksi lain berupa mesin ketik huruf Jawa yang digunakan sejak tahun 1917 oleh Keraton Surakarta, kamera perekam rapat kabinet RI pertama, Radio Oemoem tahun 1040, dan lain sebagainya.
Di lantai ini terdapat perpustakaan dan teater mini dengan daya tampung 60 pengunjung, dilengkapi tata suara modern, dan dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara audio visual serta pemutaran film documenter.
Koleksi di lantai 2 antara lain berupa relief berukuran panjang 100 m dan lebar 1,5 m yang menggambarkan sejarah penerangan Indonesia dalam lima periode, peran penerangan dalam membangun kesatuan dan persatuan bangsa, dan penyampaian informasi melalui media cetak dan elektronik baik tradisional maupun modern.
Selain itu juga terdapat tujuh diorama yang menggambarkan kegiatan penerangan dalam membangkitkan nasionalisme, menyatukan bangsa, dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, termasuk percetakan Koran Retno Dhoemilah.
Tidak hanya itu, terdapat juga lukisan wajah Dr, Wahidin Soedirohusodo karya Sumidjo, berukuran 8 m x7 m yang merupakan lukisan terbesar di Indonesia dan memperoleh sertifikat MURI.
Koleksi lantai tiga meliputi tiga studio mini PFN, studio mini RRI, TVRI dan display foto transparan.
Hingga kini, Museum Penerangan mengharapkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan tempat tersebut.
Baca: Wahidin Soedirohoesodo
Baca: Nasionalisme
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Lokasi | Taman Mini Indonesia Indah |
|---|
| Alamat | Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560 |
|---|