Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam, atau dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang, merupakan bangunan bersejarah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


zoom-inlihat foto
Benteng-Fort-Rotterdam2.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Benteng Fort Rotterdam dari udara

Benteng Fort Rotterdam, atau dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang, merupakan bangunan bersejarah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Benteng Fort Rotterdam, atau dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang, merupakan bangunan bersejarah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Berlokasi di Jalan Ujung Pandang Nomor 1, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makasar, Sulawesi Selatan.

Jika dilihat dari ketinggian, bentuknya menyerupai penyu yang merayap menuju laut sehingga benteng ini kerap pula disebut Benteng Penyu.

Benteng ini mudah dikenali karena temboknya yang ebal dengan ukuran hampir 2 meter berwarna hitam, dan menjulang setinggi hampir lima meter.

Gerbang utamanya yang melengkung memberi kesan megah.

Sebuah papan nama terpahat pada bagian atas gerbang dan bertuliskan: Fort Rotterdam.

Kendati dibangun berabad-abad lalu, benteng ini masih kokoh.

Begitu melewati gerbang utama, pengunjung akan melihat bangunan-bangunan tua yang masih terjaga dan terawat dengan baik.

Terdapat 16 bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa yang berderet mengelilingi dinding bagian dalam benteng.

Semua bangunan menggunakan atap berbentuk pelana dengan kemiringan yang tajam dan memiliki banyak pintu dan jendela.

Sebuah taman hijau nan asri berada di tengah-tengah benteng.

Rumput-rumputnya tertata dan rapi. Halamannya bersih. Benar-benar tempat yang layak dikunjungi. (1)

Benteng Ujung Pandang
Benteng Fort Rotterdam

Baca: Sekolah Taman Siswa

  • Sejarah #


Benteng ini adalah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang bernama Benteng Jumpandang.

Benteng tersebut dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung yang bergelar Karaeng Tunipalangga Ulaweng.

Benteng yang juga disebut Jumpandang rusak akibat serbuan VOC di bawah pimpinan Admiral Cornelis Janszoon Speelman pada tahun 1655-1669.

Kala itu Kerajaan Gowa dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin. (2)

Keberadaan Benteng Fort Rotterdam tak bisa dilepaskan dari kehadiran Kongsi Dagang Belanda (VOC) di Sulawesi.

Mereka datang untuk berdagang di Pelabuhan Ujung Pandang milik Kerajaan Gowa yang ramai.

Saat itu Gowa tumbuh sebagai kekuatan politik dan militer yang kuat.

Untuk melindungi pusat pertahanan di Somba Opu, Gowa membangun 17 benteng. Yang paling megah adalah Benteng Ujung Pandang.

Andi Muhammad Said dkk dalam Bangunan Bersejarah di Kota Makassar menyebut benteng ini mulai dibangun pada 1545 semasa Raja Gowa IX.

Arsitekturnya mengadopsi gaya Portugis; berbentuk segi empat dan berbahan dasar campuran batu dan bata.

Pada masa Raja Gowa XIV, tembok benteng diganti dengan batu padas hitam, batu karang, dan bata dengan perekat kapur dan pasir.

Pada tahun berikutnya, dibangun lagi tembok kedua di dekat pintu gerbang.

Namun VOC yang dipimpin Gubernur Jenderal Admiral Cornelis Janszoon Speelman menyerang dan berhasil memaksa Gowa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Semua benteng dirobohkan, kecuali Benteng Ujung Pandang.

Bagian benteng yang hancur kembali dibangun oleh Speelman dengan gaya arsitektur Belanda.

Nama benteng pun diubah menjadi Fort Rotterdam, sesuai tempat kelahiran Speelman. (1)

Baca: STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen)

  • Fakta Menarik #


Terbagi Menjadi 2 Lahan

Benteng dengan luas bangunan 11.805,85m2 tersebut dibangun diatas lahan seluas 12,41 ha.

Lahan seluas tersebut kemudian dibagi lagi menjadi 2 (dua), yaitu lahan inti yang meliputi 3,10 ha serta lahan penyangga seluas 9,31 ha.

Benteng Rotterdam memiliki 5 bastion dengan sejumlah bangunan dan struktur di dalam benteng, meliputi pintu gerbang, 16 bangunan bergaya kolonial, sumur kuno, parit keliling, dan tembok keliling.

Tempat Wafatnya Pangeran Diponegoro

Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit.

Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap.

Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda.

Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang.

Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan.

Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.

Kini Jadi Tempat Berbagai Kegiatan Anak Muda

Benteng rotterdam kini tak hanya menjadi tempat wisata dan ikon kota Makassar, namun juga sebagai terselenggaranya berbagai event.

Salah satu event yang tiap tahun diselenggarakan di fort rotterdam yakni Makassar International Writers Festival. (2)

Baca: Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Tempat Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang
Lokasi Jalan Ujung Pandang Nomor 1, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makasar, Sulawesi Selatan
Keterangan Bangunan Bersejarah
   


Sumber :


1. indonesiakaya.com
2. travel.tribunnews.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved