Biaya Mahal Sistem Penghalau Roket Iron Dome Israel, Butuh Rp 711 Juta untuk Setiap Pengaktifan

Demi memenuhi kebutuhan pengaktifan Iron Dome tersebut, Israel juga harus berhemat biaya.


zoom-inlihat foto
Sistem-pertahanan-anti-rudal-buatan-Israel-Iron-Dome-atau-Kubah-Besi.jpg
AFP / JACK GUEZ
Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi


Biden menghubungi Mahmoud Abbas di tengah pertempuran sengit antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza.

Presiden AS itu telah mengirim seorang utusan untuk mencoba meredam kekerasan yang telah menewaskan puluhan orang di Gaza dan setidaknya 10 di Israel.

Akan tetapi upaya AS, regional dan internasional belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dikutip dari pemberitaan Reuters, Minggu (16/5/2021), Biden "menekankan perlunya Hamas menghentikan penembakan roket ke Israel".

Dan kedua pria itu "mengungkapkan keprihatinan bersama bahwa warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak, secara tragis kehilangan nyawa mereka di tengah kekerasan yang sedang berlangsung," ringkasan seruan yang dirilis oleh Gedung Putih.

Biden juga menyampaikan "komitmen AS untuk memperkuat kemitraan AS-Palestina".

Selain itu ia juga menyoroti keputusan pemerintahannya baru-baru ini untuk memulihkan bantuan ke Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel yang telah dipotong di bawah mantan Presiden Donald Trump.

Ringkasan seruan yang dirilis oleh kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan Biden mengatakan dia menentang penggusuran warga Palestina dari Sheikh Jarrah Yerusalem Timur.

Meskipun akun Gedung Putih dari percakapan tersebut tidak menyebutkan kasus itu.

Kasus hukum berkepanjangan atas penggusuran membantu memicu ketegangan di kota suci dan memicu pertempuran antara Israel dan militan Gaza.

Otoritas Palestina Abbas (PA) memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat yang diduduki, bagian dari wilayah yang direbut Israel, bersama dengan Gaza dan Yerusalem Timur, dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

Tapi PA memberikan sedikit pengaruh atas Gaza dan penguasanya Hamas, yang menguasai daerah kantong Palestina pada 2007 setelah pertengkaran berdarah dengan partai Fatah Abbas.

Amerika Serikat menganggap Hamas sebagai organisasi teroris, dan tidak berbicara dengan kelompok tersebut.

Beberapa analis mengatakan Hamas tampaknya melihat eskalasi dengan Israel sebagai kesempatan untuk meminggirkan Abbas dan menampilkan dirinya sebagai penjaga Palestina di Yerusalem, yang sektor timurnya mereka cari untuk negara masa depan.

Kemudian pada Minggu dini hari Israel menggempur Gaza dengan serangan udara.

Serangan itu menghancurkan blok menara yang menampung organisasi media berita, sementara militan Palestina menembakkan roket ke Tel Aviv.

Permusuhan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti ketika mereka memasuki hari ketujuh.

Presiden AS Joe Biden kemudian berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam upaya untuk memulihkan ketenangan.

Tetapi baik Israel dan Hamas bersikeras mereka akan melanjutkan kampanye mereka meskipun pertemuan Dewan Keamanan PBB dijadwalkan pada hari Minggu untuk membahas pecahnya kekerasan Israel-Palestina yang lebih buruk dalam beberapa tahun.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR KONFLIK ISRAEL PALESTINA DI SINI





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved