Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akrosianosis ialah gangguan yang memengaruhi arteri penyuplai darah ke kulit tangan dan kaki dimana arteri kecil ini membawa oksigen dan nutrisi dari darah.
Akrosianosis adalah kondisi ketika tangan dan kaki membiru, terjadi karena pembuluh darah kecil di kulit menyempit.
Dalam kondisi ini, ada kejang di arteri yang menyumbat aliran darah ke kulit, sehingga kulit kekurangan oksigen dan berubah warna menjadi biru atau ungu.
Akrosianosis adalah kondisi yang ringan dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun terkadang dapat menjadi pertanda kondisi medis serius di tubuh penderita, misalnya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Jenis-jenis akrosianosis yaitu:
• Akrosianosis primer, adalah kondisi yang dikaitkan dengan suhu dingin dan stres emosional. Kondisi ini tidak dianggap berbahaya.
• Akrosianosis sekunder, adalah kondisi yang berhubungan dengan penyakit lain, termasuk gangguan makan, penyakit kejiwaan, dan kanker.
Baca: Anoreksia Nervosa
Baca: Gagal Jantung Kongestif
Nama kondisi ini berasal dari kata Yunani akros yang berarti “ekstrem” dan kyanos yang berarti “biru”.
Belum jelas apakah akrosianosis adalah penyakit tunggal atau selalu terkait dengan penyebab spesifik lainnya.
Gejala #
Akrosianosis paling sering terjadi pada bagian tangan dan kaki. Namun kondisi ini juga dapat terjadi pada hidung, telinga, bibir, puting susu, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
Pada jenis primer, gejala yang muncul akan simetris alias memengaruhi kedua sisi tubuh.
Contoh, apabila gejala muncul di tangan maka kondisi tersebut akan ditemukan pada kedua tangan.
Sebaliknya, jenis akrosianosis sekunder berarti hanya memengaruhi satu sisi saja.
Sayangnya, jenis ini seringkali menimbulkan rasa nyeri dan bisa membuat penderitanya kehilangan jaringan.
Untuk kedua jenis kondisi ini, gejala yang umum terasa di antaranya:
• Ujung-ujung jari tangan atau jari kaki yang membiru.
• Rasa dingin dan keringat muncul pada tangan serta kaki.
• Suhu tubuh yang rendah, misalnya kulit yang terasa dingin ketika disentuh.
• Aliran darah yang lambat.
• Pembengkakan pada tangan atau kaki.
Gejala gangguan ini umumnya akan membaik ketika suhu menghangat. Sebaliknya, suhu dingin akan memperburuk gejala yang dirasakan pasien.
Baca: Alergi Dingin
Penyebab #
Apabila pasokan darah ke kulit kaki atau tangan berkurang, kulit akan kekurangan oksigen dan berubah warna menjadi biru atau keunguan.
Akrosianosis primer
Penyebab akrosianosis primer diduga karena penyempitan pembuluh darah kecil yang menurunkan aliran darah kaya oksigen ke ekstremitas.. Penyempitan ini memiliki beberapa alasan, yaitu:
• Suhu dingin
• Tinggal di daerah tinggi dengan kombinasi tekanan oksigen rendah, peningkatan angin, dan dingin
• Cacat genetik pembuluh darah
Penyebab pada bayi baru lahir disebabkan oleh bayi yang terbiasa dengan perubahan sirkulasi darah dari rahim.
Darah yang kaya oksigen awalnya berjalan ke otak dan organ lain daripada ke tangan dan kaki. Namun, tidak ada banyak penelitian khusus mengenai penyebab kondisi ini.
Akrosianosis sekunder
Penyebab akrosianosis sekunder sangat bervariasi, termasuk kelainan pembuluh darah, infeksi, kelainan darah, tumor, penyakit genetik, dan beberapa obat.
• Penyebab paling umum yang mendasari kondisi ini adalah fenomena Raynaud, di mana ekstremitas berubah pucat, kemudian biru, dan kemudian merah.
• Pada kondisi anoreksia, penurunan berat badan dapat merusak pengaturan panas tubuh. Diperkirakan 21 hingga 40 persen penderita anoreksia menderita kondisi ini.
• Obat alkaloid ergot, yang digunakan untuk mengobati migrain dan sakit kepala, dapat menyebabkan penyakit ini.
• Infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk chikungunya dapat menyebabkan kondisi ini.
Pengobatan #
Belum ada langkah spesifik dalam mengobati akrosianosis, namun gejalanya dapat dikendalikan.
Untuk akrosianosis primer, pasien cukup menghangatkan tubuhnya atau pindah ke ruangan dengan suhu yang lebih hangat.
Sedangkan penderita akrosianosis sekunder biasanya membutuhkan pengobatan tertentu. Penanganan ini akan dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.
Misalnya, obat penghambat alfa atau obat lain yang dapat membuat otot rileks dan membantu pembuluh darah kecil agar tetap terbuka.
Baca: Anaplasmosis
Baca: Arteriosklerosis
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)