Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Cytomegalovirus atau bisa disingkat CMV merupakan infeksi yang termasuk golongan virus herpes, seringnya tidak menimbulkan gejala, sehingga jarang disadari.
Karena kebanyakan orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik infeksi CMV dapat dengan mudah dikendalikan.
Namun, CMV yang menetap dalam tubuh, bisa menimbulkan gejala dan komplikasi bagi ibu hamil dan orang dengan sistem imun lemah seperti penderita HIV.
Infeksi CMV dapat menyebar melalui cairan tubuh. Ibu hamil juga bisa menularkannya pada janin.
Gejala infeksi CMV biasanya variatif, dari tanpa gejala, rasa lelah hingga gejala berat yang melibatkan organ seperti mata, otak, dan organ dalam lainnya.
Untuk penderita HIV, CMV akan menyebabkan infeksi pada mata yang disebut retinitis yang dapat menyebabkan kebutaan.
Pengobatan cytomegalovirus biasa tidak diperlukan. Tetapi pada pasien dengan gejala berat, dokter bisa memberikan obat antivirus.
Baca: Rotavirus
Baca: Virus HIV
Jenis & Gejala #
Cytomegalovirus dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
• Acquired CMV
Acquired CMV atau CMV primer merupakan infeksi virus cytomegalovirus yang dialami pasien untuk pertama kalinya.
Kebanyakan pasien dengan acquired CMV tidak mengetahui bahwa mereka sakit karena tidak terdapat gejala.
Namun apabila mengalami gejala, gejala tersebut berupa:
• Demam
• Keringat malam hari
• Kelelahan
• Nyeri tenggorokan
• Bengkak pada kelenjar
• Nyeri sendi dan otot
• Nafsu makan sedikit dan berat badan menurun
Gejala biasanya hilang setelah 2 minggu.
• Recurring CMV
Recurring CMV adalah infeksi cytomegalovirus yang terjadi ketika pasien pernah mengalaminya.
Virus yang awalnya dorman (menetap dalam tubuh tanpa bergejala), menjadi aktif ketika sistem imun tubuh penderita menurun.
Gejala recurring CMV bervariasi, tergantung pada organ yang terdampak.
Organ yang biasanya diserang adalah mata, paru-paru, atau saluran cerna. Gejala tersebut dapat berupa:
• Demam
• Diare, luka dan perdarahan pada saluran cerna
• Sesak napas
• Infeksi paru-paru (pneumonia)
• Sariawan yang berukuran besar
• Gangguan penglihatan, seperti adanya bintik hitam yang bergerak disebut ‘floaters’ pada sudut pandang mata, titik buta, dan pandangan buram
• Hepatitis atau peradangan hati dengan demam yang berlangsung lama
• Ensefalitis atau peradangan otak, yang dapat menyebabkan gangguan perilaku, kejang, dan bahkan koma
Pasien dengan sistem kekebalan imun yang lemah dan mengalami gejala tersebut perlu mencari pengobatan segera.
• CMV kongenital
CMV kongenital terjadi ketika seseorang mengalami infeksi virus ketika hamil lalu menularkannya kepada janin.
Sekitar 90 persen bayi dengan cytomegalovirus tidak bergejala, namun 10-15 persen bayi yang terinfeksi dapat mengalami gangguan pendengaran selama 6 bulan pertama.
Tingkat keparahannya bervariasi dari tuli derajat ringan hingga berat.
Pada sebagian bayi, virus hanya akan mempengaruhi salah satu telinga.
Namun bayi lainnya mengalami gangguan pendengaran pada kedua telinga yang dapat meningkatkan risiko kelainan bicara dan komunikasi di kemudian hari.
Gejala CMV kongenital pada bayi baru lahir dapat berupa:
• Bayi kuning
• Pneumonia (infeksi paru-paru)
• Bintik-bintik di bawah kulit
• Ruam, memar, atau keduanya
• Pembesaran hati
• Pembesaran limpa
• Berat bayi lahir rendah
• Kejang
Penyebab #
Penyebab cytomegalovirus adalah infeksi virus cytomegalovirus. Virus sejenis herpes ini menyebabkan cacar air, herpes simplex, dan mononukleosis.
Penularan virus CMV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, hubungan seks, transplantasi organ, atau donor darah.
Virus CMV juga bisa menular dari ibu ke bayi saat persalinan atau pun menyusui.
Cytomegalovirus merupakan virus yang dapat bertahan dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama, dalam keadaan tidak aktif, dan tidak menimbulkan gejala apa-apa.
Namun, virus ini sewaktu-waktu dapat aktif kembali, biasanya ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah.
Baca: Infeksi Cacing Kremi
Baca: Infeksi Nosokomial
Pengobatan #
Berikut ini pengobatan cytomegalovirus dengan jenisnya, yaitu:
• Acquired CMV
Pasien dengan acquired CMV yang mengalami infeksi virus untuk pertama kalinya dapat menggunakan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk meredakan gejala.
Pasien juga dianjurkan untuk minum air putih dalam jumlah banyak.
• Recurring CMV dan CMV kongenital
Pasien dengan recurring CMV atau CMV kongenital dapat menggunakan obat antivirus seperti ganciclovir. Obat ini akan memperlambat penyebaran virus.
Bila terdapat kerusakan organ yang luas, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan.
Pengobatan dapat membantu untuk melemahkan virus dan mengurangi risiko masalah medis serius. Namun langkah ini tidak dapat menyembuhkan infeksi CMV.
Bayi yang lahir dengan CMV kongenital harus dirawat di rumah sakit sampai pengobatan antivirus selesai.
Pencegahan #
Infeksi CMV dapat dicegah dengan hal-hal berikut:
• Cuci tangan dengan sabun dan air selama 15–20 detik, terutama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan anak kecil.
• Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, seperti dengan mencium bibir, terutama bagi ibu hamil.
• Hindari berbagi makanan atau minuman dari gelas atau piring yang sama dengan orang lain.
• Bersihkan meja, kursi, atau mainan secara rutin, terutama benda yang sering disentuh anak-anak.
• Buang sampah dengan hati-hati, terutama sampah yang telah terkontaminasi cairan tubuh, seperti popok dan tisu.
• Lakukan pemeriksaan TORCH saat sedang merencanakan kehamilan atau ketika mengetahui sedang hamil.
• Hindari melakukan hubungan seksual yang berisiko, misalnya berganti-ganti pasangan seksual dan tidak mengenakan kondom atau berhubungan seks dengan orang yang riwayat kehidupan seksnya tidak diketahui.
Baca: Herpes Zoster (Cacar Ular)
Baca: Anaplasmosis
(TribunnewsWiki.com/Septarani)
| Gejala | Demam, kelelahan, pembesaran kelenjar |
|---|
| Faktor Resiko | Transfusi darah, memiliki banyak pasangan seksual, transplantasi organ |
|---|
| Obat | Paracetamol, ibuprofen, obat antivirus |
|---|
| Komplikasi | Mononukleosis, gangguan pencernaan, gangguan fungsi hati |
|---|
| Dokter Spesialis | penyakit dalam |
|---|
Sumber :
1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com