Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Syahid berasal dari kata "syahida," "wasyhadu," "syahadah" yang berarti menyaksikan.
Menyaksikan di sini menurut pandangan ulama yakni menyaksikan menyaksikan datangnya para malaikat yang menaungi dengan sayap-sayap di saat kematiannya.
Ada juga yang mengatakan bahwa orang yang mati syahid itu menyaksikan dunia dan akhirat.
Dalam istilah Islam mati syahid adalah seorang muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah. (1)
Baca: Jihad
Keutamaan #
1. Dosanya akan diampuni segera setelah kematiannya.
2. Segera diperlihatkan tempat tinggalnya di surga.
3. Dijaga dan dihindarkan dari siksa neraka, tetap dijaga dalam keadaan aman dan terhindar dari rasa takut ketika dibangkitkan dari kubur.
4. Diberi mahkota kemuliaan.
5. Dinikahkan dengan 72 bidadari.
6. Diberi hak untuk memberi syafaat yang bisa mengeluarkan dari neraka dan memasukkan ke surga terhadap 70 orang anggota keluarganya. (2)
Kriteria #
1. Orang yang terbunuh di jalan Allah
Orang-orang yang terbunuh karena berperang dalam membela agama Allah maka masuk dalam kategori syahid.
2. Orang yang senantiasa berdoa agar mati di jalan Allah
Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini:
Dari Nabi Saw beliau bersabda: “Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur dari dalam hatinya, maka Allah akan memberinya pahala syuhada meskipun ia meninggal di atas kasur,” (HR. Muslim)
3. Orang yang meninggal karena wabah penyakit
Orang yang mati karena terkena wabah maka termasuk dalam kategori syahid.
Wabah di sini seperti Covid-19, flu burung, flu babi dan lain sebagainya.
“Siapa yang mati karena suatu wabah penyakit, juga syahid” (HR. Muslim)
Baca: Tel Aviv
4. Orang yang mati karena penyakit dalam perutnya
Kriteria yang keempat adalah orang yang mati karena disebabkan oleh penyakit yang ada di dalam perutnya.
Sebagaimana yang yang termaktub dalam hadis berikut ini :
“Barang siapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid” (HR. Muslim)
5. Orang yang mati tertimpa benda keras
Orang yang mati karena tertimpa benda keras, baik karena tertimpa pohon yang roboh, tertimpa batu yang longsor, tertimpa rumah karena gempa, tertimpa material dari gedung yang tinggi karena kecelakaan kerja, dan sebagainya.
Mereka akan mendapatkan pahala sebagai orang yang mati syahid.
Hal ini sesuai Hadits berikut:
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai dengan niatnya. Apa yang kalian ketahui tentang mati Syahid?!” Mereka berkata, “Berperang di jalan Allah Maha Perkasa” Rasulullah Saw bersabda: “Mati syahid ada tujuh macam selain berperang di jalan Allah Maha Perkasa: Orang yang mati karena wabah pes adalah syahid, orang yang mati karena sakit (dalam) perut (nya) adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati tertimpa benda keras adalah syahid, orang yang mati karena penyakit lepra adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang wanita yang mati karena hamil adalah syahidah” (HR. Abu Dawud)
Baca: Yasser Arafat
6. Orang yang mati terbakar
Orang yang meninggal karena terbakar maka masuk dalam kriteria syahid.
7. wanita yang meninggal karena kehamilannya
Seorang wanita yang meninggal karena kehamilannya atau proses persalinannya adalah syahid.
8. Orang yang meninggal karena membela atau mempertahankan hartanya
Apabila seseorang dalam mempertahankan harta miliknya berakibat meregangnya nyawa, maka ia akan diganjar dengan pahala mati syahid.
Sebagaimana Hadits di bawah ini:
Dari Abdullah bin Amru ra. berkata, aku mendengar Nabi Saw. bersabda: “Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid” (HR. Al-Bukhari)
9. Orang yang meninggal terbunuh karena membela diri dan anggota keluarganya
Terbunuh karena membela diri ataupun anggota keluarganya dari kejahatan maka hal itu termasuk dalam syahid. (3)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Informasi |
|---|
| Nama | Mati Syahid |
|---|
| Bahasa Arab |
|---|
| Arti | Menyaksikan |
|---|
Sumber :
1. suaramuhammadiyah.id
2. umma.id