"Selisihnya kurang lebih satu tahun, dua tahun, paling lama empat tahun," kata Mulyono ditemui di kediamannya di Jalan Karakatau Nomor 19 Kota Malang, Rabu (24/2/2021).
Diketahui, delapan anaknya masih berada di bangku pendidikan.
Satu orang kuliah di Universitas Negeri malang, tiga orang di bangku SMP, tiga orang lainnya di SD, dan satu masih TK.
Awalnya Mulyono dan Partina hanya menginginkan sepasang anak, yakni laki-laki dan perempuan.
Namun, keterusan hingga akhirnya mempunyai 16 anak.
"Awalnya ingin punya anak dua saja, laki-laki dan perempuan. Tapi, yang atas (Tuhan) memberi. Yang tidak punya anak saja ingin punya anak," ujar Partina.
Beruntung, semua anak mereka terlahir secara normal.
Partina mengaku sudah pernah mengikuti program keluarga Berencana (KB).
Bahkan, dirinya sudah pernah memasang implan susuk.
Namun, karena membahayakan kesehatannya, impan itu terpaksa dicabut.
Partina tidak menyesal mempunyai anak banyak.
Bahkan, Partina menolak jika ketika ada orang yang berniat untuk mengadopsi anaknya menjadi anak angkat.
"Dulu ada yang mau diambil orang, tapi saya tidak mau, kasihan. Mau dikasih rumah, uang, tapi saya tidak mau," ujar Partina.
Menurutnya walaupun tidak makan, yang terpenting adalah keluarganya dapat kumpul bersama.
"Biarkan kumpul, makan tidak makan yang penting kumpul. Alhamdulillah tidak ada yang ikut orang," paparnya.
Pria berusia 46 tahun, Mulyono rela berjualan bakso keliling demi menghidupi keluarganya.
Sedangkan Partina yang saat ini berusia 45 tahun, membuka warung di daerah Jagalan.
"Jualan bakso saya, keliling. Kalau istri jualan di Jagalan, sewa lapak di situ," ungkap Mulyono.
Pasangan suami istri tersebut mengaku enang mempunyai anak banyak, meski harus banting tulang menafkahi belasan anaknya.
Menurut mereka, memiliki banyak anak menjadikan rumahnya ramai.
"Ramai gitu juga senang. Mau mandi, mau makan saja bertengkar. Mau mandi masih sempat bertengkar," tandas Partina.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)
SIMAK ARTIKEL VIRAL LAINNYA DI SINI