Pulau Sumba

Pulau Sumba berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang memiliki luas wilayah 10.710 km²


zoom-inlihat foto
Pulau-Sumba.jpg
nihi.com
Pulau Sumba

Pulau Sumba berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang memiliki luas wilayah 10.710 km²




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pulau Sumba ialah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Luas wilayahnya 10.710 km⊃2;, dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m).

Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara.

Selat Sumba terletak di utara pulau ini.

Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur.

Pulau Sumba
Pulau Sumba (instagram/tukang_jalan)

Baca: Ramalan Zodiak Besok Minggu 9 Mei 2021, Aries Manjakan Diri Sendiri, Scorpio Lakukan Perubahan

Baca: Pendiri Sepatu Vans, Paul Van Doren Meninggal Dunia

Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur.

Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.

Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun.

Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia.

Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid.

Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik.

Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir. (1)

  • Asal Usul


Nama pulau Sumba berasal antara tradisi lisan masyarakat lokal dan sejarah yang ditulis oleh para penjelajah Eropa dan armada perang patih Gajah Mada.

Pulau Sumba
Pulau Sumba (travel.kompas.com)

Baca: Swedia

Baca: Telaga Biru Kuningan

Para penjelajah Eropa memberi sebutan yang berbeda-beda berdasarkan pengamatan mereka terhadap kekayaan dan keunikan alam Sumba.

Hingga kini ada beberapa sebutan untuk pulau Sumba antara lain; pulau Humba, pulau Sumba, pulau Subao, pulau Cendana atau pulau Sandelwood.

Catatan sejarah yang pertama kali menyebut nama pulau Sumba muncul pada abad ke 14 di Kerajaan Majapahit.

Pada jaman Majapahit di Jawa Timur ada seorang raja yang berkuasa namanya Hayam Wuruk.

Hayam Wuruk mempunyai patih atau orang kepercayaan namanya Gajah Mada.

Pada tahun 1350, Gajah Mada mengucapkan janji bahwa ia tidak akan makan palapa sebelum mempersatukan nusantara.

Pada tahun-tahun itu armada Gajah Mada menaklukan Sumatera, Kalimantan lalu menuju pulau-pulau sebelah timur dari pulau Seram, Timor hingga Larantuka (Flores timur).

Di daerah Riang Puho, kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur terdapat bekas telapak kaki pada sebuah batu yang ukurannya lebih lebar dari manusia.

Dalam tradisi lisan masyarakat sekitar meyakini bahwa itu adalah bekas telapak kaki Gajah Mada.

Sesudah menaklukan Larantuka, armada Gajah Mada melakukan perjalanan pulang ke tanah Jawa. Dalam perjalanan pulang mereka menaklukan Bima, Sumbawa dan Bali.

Pada tahun 1357 armada Gajah Mada menaklukan Dompu (Sumbawa).

Diperkirakan pada saat yang sama, Gajah Mada menaklukan Sumba. Hal ini nampak dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh seorang pujangga bernama Empu Prapanca.

Buku itu mendaftar nama-nama pulau yang ditaklukan oleh armada Gajah Mada, termasuk nama pulau dibagian timur pulau Jawa.

Dalam buku itu tertulis; "Di sebelah timur tanah Jawa terdapat tanah jajahan; semua kepulauan Makasar serta Buton, Banggawi Kunir, Galian serta Salaya, Sumba, Solot (kemungkinan pulau Solor), Ambon atau pulau Maluku, Seram, Timor beserta pelbagai pulau lainnya", (Haripranata, 1984). Dari catatan ini nampak bahwa nama pulau Sumba sudah dikenal dalam kerajaan Majapahit.

Nama pulau Sumba tidak hanya dikenal oleh kerajaan Majapahit tetapi juga dikenal sampai di dunia barat.

Pada abad kelimabelas, pedagang-pedagang Portugis berlayar ke pulau-pulau Indonesia mencari rempah-rempah dan barang dagangan lainnya.

Pada tahun 1522 sebuah kapal Portugis bernama Victoria berlayar menuju Sabu dan Sumba.

Salah seorang perwira dalam kapal itu bernama Antonio Pigafetta.

Dari para penunjuk jalan, Pigafetta kerap mendengar nama cendana. Kemudian ia menggambar peta diberi nama 'Cendam'.

Tetapi kemudian seorang juru gambar peta bumi bernama Jacopo Gastaldi menggambar sebuah peta lain diberi nama 'Subao'. (2)

  • Tempat Wisata


Pulau Sumba terkenal akan kekayaan alamnya serta keindahannya, maka tak heran terdapat beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi para wisatan, antara lain:

Pulau Sumba
Pulau Sumba (traveloka.com)

Baca: India

Baca: Masjid Agung Al Azhar

1. Bukit Lendongara

2. Pantai Kita Manangan Aba

3. Pantai Marosi

4. Kampung Adat Waru Wora

5. Bukit Cendana Hill

6. Situs Budaya Lambanapu

7. Bukit Tenau (3)

  • Fakta


- Tradisi Unik

Tradisi Cium Hidung

Tradisi unik yang bisa ditemukan ketika berkunjung ke Pulau Sumba adalah tradisi cium hidung atau "pudduk" (dalam bahasa Sumba Timur).

Tradisi ini diwariskan secara turun temurun oleh leluhur orang Sumba.

Tradisi cium hidung bagi Orang Sumba merupakan simbol kekeluargaan dan persahabatan yang sangat dekat.

Cium hidung juga merupakan simbol perdamaian bila ada pihak yang berseteru dan ingin berdamai.

Tradisi cium hidung dilakukan dengan cara menempelkan dua hidung yang mengisyaratkan bahwa dua individu seakan sangat dekat dan tidak ada jarak.

Sepintas, mirip dengan cium hidung ala Suku Eskimo di Kutub Utara.

Walaupun sudah menjadi adat istiadat dan kebiasaan bagi Orang Sumba, tradisi ini tidak dapat dilakukan di sembarang tempat dan waktu, melainkan hanya dalam acara-acara tertentu.

Di antaranya, saat prosesi perkawinan, pesta pernikahan, ulang tahun, hari raya besar keagamaan, pesta adat, kedukaan, dan acara perdamaian.

Di samping itu juga saat penerimaan tamu-tamu yang dianggap terhormat atau agung yang berasal dari wilayah Sumba.

Lantas, bagaimana dengan tamu-tamu yang berasal dari luar Pulau Sumba? Tentunya boleh dilakukan tradisi ini, asalkan ada pemberitahuan terlebih dahulu.

- Makna Kuda Bagi Masyarakat Sumba

Di Sumba, Nusa Tenggara Timur, tidak ada kuda yang dinamai.

Alasannya karena kuda dipandang hampir sejajar dengan arwah nenek moyang.

Bagi masyarakat Sumba, ndara, nama setempat untuk kuda, bukan sekadar tunggangan.

Kuda adalah kendaraan hidup yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan pribadi orang Sumba.
Selain sebagai alat bantu transportasi, kuda juga digunakan sebagai syarat mas kawin pernikahan adat Sumba.

Kuda Sumba adalah berjenis kuda sandel wood atau sandel-hout, yang sebetulnya adalah Kuda Sandelwood Pony.

Nama sandelwood sering dikaitkan dengan cendana yang pada masa lampau merupakan komoditas ekspor dari Pulau Sumba dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

Konon, hewan ini memiliki moyang kuda arab yang disilangkan dengan kuda poni lokal untuk memperbaiki penampilannya.

Kuda sandelwod mempunyai ciri-ciri tinggi 110-130 cm, bentuk tubuh yang cukup serasi, tubuh bagian tengah agak pendek, dada cukup besar dan dalam, telinga agak kecil, suri dan kumba agak tebal, dan tipe kuda penarik ringan.

Keistimewaan dari kuda ini terletak pada kecepatan dan daya tahannya sehingga menjadikannya salah satu kuda poni terbaik di Indonesia.

- Perang Pasola, Atraksi Budaya Warisan Leluhur Sumba

Perang Pasola merupakan ritual adat yang selalu diadakan setiap Februari atau Maret di Indonesia Timur, tepatnya di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tanggal pastinya ditentukan oleh seorang Rato (tokoh adat).

Tujuannya untuk merayakan musim panen serta memohon pengampunan.

Dalam tradisi ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung atraksi perang tombak antarsuku dengan menunggang kuda.

Tombak yang digunakan juga bukan tombak yang tajam, namun tetap saja akan ada yang terluka, entah Kuda tunggangan ataupun para peserta Pasola.

Setiap tetes darah yang jatuh akibat peperangan ini justru dianggap bisa membawa berkah.

Semakin banyak darah yang jatuh ke tanah, semakin subur pula tanah mereka.

Suara teriakan dan semangat dari peserta bagaikan musik yang mengiringi jalannya tradisi ini.

Konon, korban jiwa yang jatuh dalam tradisi ini ialah mereka yang mendapatkan hukuman dari Dewa karena melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

Kuda yang digunakan dalam tradisi ini juga bukan kuda sembarangan, melainkan kuda Sandalwood yang asli dari Sumba.

- Kain Tenun Sumba Penuh Makna

Kain tenun sumba lahir dari kekayaan alam Sumba. Pewarnaannya menggunakan bahan alami seperti akar mengkudu, untuk mendapatkan warna merah, biru dari nila, cokelat dari lumpur, dan kuning dari kayu.

Proses pembuatannya bisa memakan waktu enam bulan hingga tiga tahun tergantung kerumitan motif.

Tak heran bila kain tenun ini bisa dibanderol dengan harga yang mahal.

- Manu Pata'u Ni

Manu Pata'u Ni merupakan masakan yang terbuat dari ayam kampung yang dimasak dengan campuran santan.

Disajikan secara terpisah, daging ayam kampunya dimasak hingga empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam.

Sajian ayam ini menjadi salah satu menu khas yang sering disuguhkan untuk tamu yang datang. Masyarakat Sumba biasanya menyajikan hidangan ini dengan dua cara.

Pertama, ayam bisa diberikan pada tamu, kemudian tamu akan merobek salah satu bagian ayam misalnya paha.

Bagian inilah yang akan dikembalikan oleh tamu kepada tuan rumah.

Sisanya untuk tamu dan jika tak habis, tamu harus membawa pulang sisa makanan tersebut.
Cara ini berasal dari filosofi budaya zaman dulu yang bermaksud saling menghargai dan tidak menyisakan makanan agar rezekinya terus lancar.

- Sumba dan Sumbawa adalah Pulau yang Berbeda

Karena namanya yang mirip, banyak orang yang menyangka Sumba dan Sumbawa merujuk tempat yang sama.

Padahal, Sumba termasuk golongan pulau besar yang secara administrasi terdata sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Sementara, Sumbawa adalah pulau yang tercatat sebagai bagian wilayah Nusa Tenggara Barat atau NTB. (4)

(TribunnewsWiki.com/Puan)

Baca lengkap soal objek wisata di sini



Nama Tempat Pulau Sumba
Provinsi Nusa Tenggara Timur
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompasiana.com
3. travel.kompas.com
4. www.liputan6.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved