Nafkah

Nafkah merupakan suatu ikatan, terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan istri.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-uang.jpg
Pixabay
Ilustrasi Nafkah

Nafkah merupakan suatu ikatan, terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan istri.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI- Nafkah merupakan suatu ikatan, terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan istri.

Para ulama mendefinisikan bahwa nafkah tidak terlepas dari dua hal.

Maka nafkah untuk isteri adalah memberikan sesuatu yang membuat istri tetap sehat dan terjaga sebagaimana membutuhkan keperluan pokok atau primer.

Memaknai nafkah sebagai uang jajan sama sekali tidak sesuai dengan definisi nafkah yang disebutkan para ulama tetapi uang jajan termasuk kebutuhan primer. (1) 

Apabila telah sah dan sempurna suatu akad perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka sejak itu menjadi tetaplah kedudukan laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri, dan sejak itu pula suami memperoleh hak-hak tertentu beserta kewajiban-kewajiban tertentu pula, sebaliknya istri memperoleh hak-hak tertentu beserta kewajiban-kewajiban tertentu pula. (2) 

Baca: Poligami

Pernikahan
Pernikahan (freepik.com)


Pada umumnya para ulama menyebutkan nafkah mencakup tiga hal yaitu makanan, pakaian, tempat tinggal.

Batasan nafkah kembali lagi pada adat kebiasaan setempat dan hak suami memberikan kepada istri.

Sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (1) 

Baca: Neno Warisman

 

  • Landasan hukum nafkah secara Islam


Kewajiban suami memberi nafkah memiliki landasan hukum yang terdapat di surat Al-Baqarah ayat 233.

Kewajiban ayah untuk memberikan belanja dan pakaian untuk istri. Seseorang tidak dibebani kecuali semampunya, seorang ibu tidak akan mendapat kesusahan karena anaknya dan seorang ayah tidak akan mendapat kesusahan karena anaknya (Q.S. Al-Baqarah).

Hak istri merupakan kewajiban bagi suami untuk memenuhinya. (2) 

Baca: Frendi Saputra

  • UU Nafkah


Salah satu kewajiban seorang suami terhadap istri adalah memberikan nafkah sebagaimana diatur Pasal 34 ayat (1) UU Perkawinan.

Suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya.

Kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan istri dijelaskan secara lebih rinci dalam Pasal 80 ayat (4) KHI.

Sesuai dengan pengahasilannya suami menanggung:

- Nafkah, kiswah dan tempat kediaman istri

- Biaya rumah tangga, biaya perawatan dan biaya pengobatan bagi anak istri

- Biaya pendidikan bagi anak

Kewajiban di atas, berdasarkan ketentuan Pasal 80 ayat (5) KHI, mulai berlaku bagi suami sesudah ada tamkin yang sempurna dari istri.

Tamkin yang sempurna berarti istri telah merelakan dirinya untuk melayani suaminya, dalam konteks ini, yaitu berhubungan badan (dukhul).

Berdasarkan pasal di atas, apabila istri telah memberikan tamkin yang sempurna bagi suami, maka suami tidak hanya menanggung biaya bagi anak, namun juga memiliki kewajiban untuk menanggung biaya keperluan istri, sehingga ada tidaknya seorang anak di dalam perkawinan tidak menghilangkan kewajiban suami untuk memberikan nafkah yang layak bagi istrinya sesuai dengan kesanggupannya. (3)

Baca: Riyan Ardiansyah

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



Nama Nafkah
Undang-undang Pasal 80 ayat (4) KHI.
   


Sumber :


1. muslimah.or.id
2. digilib.uinsby.ac.id
3. www.hukumonline.com


Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved