Poligami

Poligami merupakan perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam waktu yang bersamaan


zoom-inlihat foto
ilustrasi-cincin-pernikahan-2.jpg
Tribun Lampung
Ilustrasi cincin pernikahan. Poligami adalah perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam waktu yang bersamaan

Poligami merupakan perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam waktu yang bersamaan




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Poligami merupakan perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam waktu yang bersamaan.

Dalam perspektif hukum Islam, poligami dibatasi hanya maksimal empat orang isteri.

Acuan poligami, melalui dua ayat pokok yakni QS. al-Nisa’ (4): 3 dan QS. al-Nisa’ (4): 129.

Poligami sudah berjalan seiring perjalanan umat manusia, sehingga poligami bukanlah tren baru yang muncul tiba-tiba begitu saja. 

Pasang Cincin di Pernikahan. Islam pada dasarnya berkonsep monogami dalam aturan pernikahan, tetapi memperbolehkan seorang pria beristri lebih dari satu
Pasang Cincin di Pernikahan. Islam pada dasarnya berkonsep monogami dalam aturan pernikahan, tetapi memperbolehkan seorang pria beristri lebih dari satu (freepik.com)

Para ulama pun berbeda pendapat mengenai ketentuan dan hukum poligami.

Ada yang menyetujui poligami dengan persyaratan yang agak longgar, namun ada pula yang mempersyaratkannya dengan ketat. (1)

Baca: Profil Wardah Maulina, Selebgram yang Sempat Izinkan Suaminya Poligami, Kini Bagi Kabar Bahagia


Hukum Islam tidak melarang poligami secara mutlak atau haram dan tidak pula menganjurkan secara mutlak atau wajib.

Hukum Islam mengatur masalah poligami bagi orang yang memenuhi syarat untuk melakukannya.

Pelaksanaan poligami, berdasarkan hukum Islam, harus didasari oleh terpenuhinya keadilan dan kemaslahatan di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Hanya saja, kenyataannya banyak praktik poligami yang tidak mengindahkan ketentuan hukum Islam tersebut, sehingga masih jauh dari yang diharapkan. (1)

Lebih lanjut, aturan poligami merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”).

Secara garis besar, memang tidak jauh berbeda dengan UU Perkawinan. Namun, dalam KHI terdapat pengaturan lain seperti:

- Suami hanya boleh beristri terbatas sampai 4 istri pada waktu bersamaan.

- Syarat utama agar bisa beristri lebih dari satu yakni harus mampu berlaku adil terhadap istri-istrinya dan anak-anaknya. Jika tidak mungkin dipenuhi, suami dilarang beristri lebih dari seorang.

- Harus memperoleh persetujuan istri dan adanya kepastian suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak. Persetujuan ini dapat diberikan secara tertulis atau lisan, dan kemudian dipertegas dengan persetujuan lisan istri pada sidang Pengadilan Agama.

- Harus mendapat izin dari Pengadilan Agama. Jika nekat dilakukan tanpa izin dari Pengadilan Agama, perkawinan itu tidak mempunyai kekuatan hukum.

- Jika istri tidak mau memberikan persetujuan, Pengadilan Agama dapat menetapkan pemberian izin setelah memeriksa dan mendengar istri yang bersangkutan di persidangan Pengadilan Agama. Atas penetapan ini, istri/suami dapat mengajukan banding atau kasasi.

Mengenai syarat mampu berlaku adil, pada dasarnya Al Qur’an dalam QS. An Nisa’ ayat 129 yang merupakan salah satu sumber hukum Islam telah menegaskan bahwa suami tidak akan dapat berlaku adil, sebagai berikut:

Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung…(2)

Baca: Ngaku Sebagai Presiden Poligami Muda, Aldi Taher Siap Nikahi Nissa Sabyan Jika Ayus Tak Mau

  • UU Perkawinan


UU Perkawinan memberikan pengecualian, yang mana Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang (poligami), dengan ketentuan:

A. Suami wajib mengajukan permohonan ke Pengadilan di daerah tempat tinggalnya, dengan syarat:

- Ada persetujuan dari istri/istri-istri, dengan catatan persetujuan ini tidak diperlukan jika: istri/istri-istrinya tidak mungkin dimintai persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian; tidak ada kabar dari istri selama minimal 2 tahun; atau sebab-sebab lainnya yang perlu mendapat penilaian dari hakim pengadilan.

- Adanya kepastian suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak;
- Adanya jaminan suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak.
 
B. Pengadilan hanya memberikan izin poligami jika:

- istri tidak dapat menjalankan kewajibannya;

- istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;

- istri tidak dapat melahirkan keturunan.

Adapun izin tersebut diberikan pengadilan jika berpendapat adanya cukup alasan bagi pemohon (suami) untuk beristri lebih dari seorang. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Sistem Perkawinan Poligami
Praktik Pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri
Hukum di Indonesia UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan)
   


Sumber :


1. journal.uny.ac.id
2. www.hukumonline.com


Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved