Mi Lethek

Mi lethek adalah sejenis bihun khas Bantul, Yogyakarta, yang telah ada sejak tahun 1940-an.


zoom-inlihat foto
Mi-Lethek-enak.jpg
TribunJogja.com/Hamim Thohari
Mi Lethek

Mi lethek adalah sejenis bihun khas Bantul, Yogyakarta, yang telah ada sejak tahun 1940-an.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mi lethek adalah makanan khas Bantul, Yogyakarta.(1)

Pada dasarnya, mi lethek adalah sejenis bihun.

Mi lethek secara harfiah berarti mi 'kotor'.

Hal ini merujuk pada warnanya yang kecoklatan tidak seperti bihun pada umumnya.

Warna cokelat tersebut karena mi terbuat dan tepung tapioka dan gaplek atau singkong dikeringkan.

Produksi atau sentra Mie Lethek di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah wilayah Kabupaten Bantul, yaitu di Desa Trimurti Kecamatan Srandakan.

Menurut data profil Desa Trimurti tahun 2017, ada dua perusahaan/pabrik atau industri Mie Lethek yaitu di Dusun Nengahan merk atau cap Busur Panah dan Dusun Bendo Garuda.

Selain kedua pabrik atau pembuat mie tersebut, di Dusun Gunturgeni merk atau cap Dokar, Desa Poncowati, Kecamatan Srandakan.

Proses pembuatan mi lethek di Pabrik Garuda masih sangat tradisional yaitu menggunakan sapi untuk menggiling tepung.

Mi lethek biasanya diolah menjadi mi rebus atau goreng jawa.(2)

Ada empat warung makan mi lethek di Bantul yang cukup terkenal yaitu Mi Lethek Kang Sum, Mi Lethek Mbah Mendes, Bakmi Lethek Sor Pring, dan Warung Bumi.

Barack Obama sempat makan mi lethek di Warung Bumi pada tahun 2017.

Olahan mi lethek di warung Mbah Mendes
Olahan mi lethek di warung Mbah Mendes.

Pada Sabtu (23/3/2018), pemerintah Desa Wisata Lopati, Bantul, menggelar Festival Mi Lethek.(3)

Panitia festival membagikan 1000 porsi mi lethek secara gratis ke pengunjung.

Pengadaan festival ini untuk memperkenalkan mi lethek yang menjadi komoditas utama Desam Wisata Lopati.

Baca: Mie Aceh

  • Sejarah


Munculnya mi lethek tak bisa dipisahkan dari penyebaran Agama Islam di Yogyakarta.(1)

Seorang asli Yaman bernama Umar Bisyir merantau ke Indonesia tahun 1920-an dalam misi dakwah menyebarkan Agama Islam.

Pada suatu hari, Umar sampai di Yogyakarta dan salat di Masjid Kauman.

Pada saat sholat di Masjid Kauman, ada orang kauman yang melihat atau ketemu seseorang tidak bisa berbahasa Indonesia lancar.

Orang tersebut kemudian memanggil KH. Bakir Saleh yang bisa berbahasa Arab, akhirnya menjadi akrab dan menjadi sahabat yang lebih dari saudara.

Umar yang kini dikenal sebagai Mbah Umar ini berpindah ke tempat yang belum mengerti Agama Islam.

KH. Bakir Saleh menyarankan untuk ke daerah bernama Wedi Kengser (sungai yang sudah mengering).

Umar mendapati kenyataan bahwa warga Wedi Kengser sangat membutuhkan makanan.

Dia kemudian berinisiatif untuk membangun sebuah pabrik.

Umar menciptakan peralatan pabriknya sendiri berupa silinder dan pres yang menggunakan sapi sebagai penggerak.

Warga bertanya tentang apa yang dikerjakan Umar.

Ternyata Umar membuat pabrik mi dengan bahkan gaplek dan tapioka.

Gaplek dipilih karena bahannya mudah ditemukan pada saat itu.

Pabrik mulai beroperasi pada tahun 1940-an.

Pabrik inilah yang kini dikenal sebagai Pabrik Mie Lethek Garuda.

Hingga saat ini, pabrik mi ini masih memproduksi mi lethek dengan cara tradisional seperti Mbah Umar lakukan.

Mi lethek cap Garuda
Mi lethek cap Garuda (Bukalapak.com)


Baca: Jajangmyeon (Mie Khas Korea)

  • Cara Pembuatan


1. Proses pembuatan mi lethek dimulai dengan menggiling gaplek menjadi tepung.(1)

2. Tepung kemudian direndam, lalu dicuci bersih hingga empat kali penyaringan.

3. Tepung ditiriskan, kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan disilinder menggunakan penggerak tenaga sapi.

4. Campuran tepung dibentuk kotak dan dikukus selama 2 jam.

5. Setelah dikukus disilinder lagi, karena waktu dikukus atau dimasak yang matang hanya bagian luarnya, sedangkan bagian dalam masih mentah.

6. Adonan dimasukkan ke mesin pres dan keluar dalam bentuk mi panjang.

7. Mi dijemur di bawah sinar matahari hingga kering kurang lebih selama 8 jam.

  • Resep


Bahan (4)

3 lembar mie lethek kering
6 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 butir kemiri
garam, merica, dan kecap secukupnya
1 buah wortel iris seperti korek
1 butir telur ayam
1/4 buah kubis
daun bawang dan daun seledri secukupnya
bawang goreng secukupnya untuk taburan

Cara Membuat

1. Rendam mi lethek dengan air matang sampai lunak, tiriskan.

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan kemiri.

3. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan telur dan wortel. Setelah wortel agak matang, masukkan irisan kubis, tambahkan kecap.

4. Masukkan mi, daun bawang, dan daun seledir. Aduk hingga rata. Tambahkan garam dan merica. Koreksi rasa.

5. Sajikan mi lethek goreng dengan taburan bawang goreng.

(TribunnewsWiki/cva)



Nama Makanan Mi lethek
Asal Bantul, Yogyakarta
Bahan Dasar Gaplek dan tepung tapioka
   


Sumber :


1. kebudayaan.kemdikbud.go.id
2. food.detik.com
3. jogja.tribunnews.com
4. www.fimela.com


Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved