TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah sosok Picando Mosko, otak di balik kasus alat anitegn bekas di Bandara Kualanamu yang sedang bangun rumah mewah.
Picando Mosko adalah tersangka kasus alat rapid antigen yang ditetapkan oleh Polda Sumut.
Pria berusia 45 tahun ini ternyata menjabat sebagai Bisnis Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan .
Tak sampai disitu saja, Picando Mosko juga menduduki jabatan Plt Kepala Kantor Kimia Farma Kota Bedan.
"Bisnis Manager yang diamankan berinisial PC. Kami juga amankan empat orang lainnya yang berperan membantu PC yakni DP, SP, MR dan RN. Keempatnya dikoordinir oleh PC," papar Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat di Mapolda Sumatra Utara, Kamis (29/4/2021).
Picando Mosko merupakan warga Griya Pasar Ikan Jalan Lohan Blok A No. 14-15 Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel.
Diketahui saat ini Picando Mosko sedang membangun rumah mewah dua lantai.
Pembangunan rumahnya ini tepat di seberang jalan rumah lamanya.
Pembangunan rumah Picando Mosko ini dimulainya sejak setahun terakhir.
Hal tersbeut disampaikan oleh warga sekitar.
Namun pembangunan rumah tersangka kasus alat rapid antigen bekas ini dihentikan smeentara.
Antoni dan Cecep tukang yang bekerja membangun rumah milik Picandi, Jumat (30/4/2021) mengatakan terakhri bekerja Kamis (29/4/2021).
Kemudian ibu Picando datang dan meminta mereka untuk berhenti bekerja sementara waktu.
Baca: Erick Thohir Langsung Turun Lakukan Evaluasi Masalah Rapid Test Bekas: Tak Ada Toleransi
Baca: Para Petugas yang Jual Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Diduga Berhasil Raup Rp 1,8 Miliar
"Kamis pagi kemarin kami tiba-tiba di stop oleh nenek (ibu Picandi) alasannya ada musibah, sekarang kami mau mengambil alat yang masih tinggal," paparnya.
"Kami tukang Purwakarta tugasnya cuma membuat relief saja, sementara yang lainnya kami tidak tahu," imbuhnya.
Keduanya mengaku bertemu dengan Picando dua pekan lalu saat ulang tahun anaknya.
Bahkan soal pembayaran gaji mereka pun juga lancar.
"Kalau tidak salah hari Sabtu kami (tukang) diajak makan bersama terakhir ketemu ulang tahun anaknya, untuk gaji tidak pernah ada masalah karena sistem transfer," paparnya.
Kemudian mereka juga mengatakan terakhir melihat istri Picando saat perayaan ulang tahun anaknya.
Setelah acara tersebut mereka tidak melihat lagi.