Bandiman sudah melakoni profesi sebagai ojek online sejak tahun 2017.
Sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh proyek, dan juga pernah bekerja pada perusahaan tambang.
Pekerjaan sebagai tukang ojek mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup dua anak, yakni Raihan (17) dan Naba Faiz Prasetya (10) serta istrinya, Titik Rini.
Diakuinya penghasilannya sebagai tukang ojek berkurang drastis saat pandemi.
Penghasilannya yang awalnya Rp300.000 per-hari, kini menjadi Rp100.000.
Pada Minggu, (24/4/2021) lalu, dia beristirahat di sebuah masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta dan menerima order offline atau tanpa aplikasi.
Sebenarnya, hal itu dilarang oleh perusahaan aplikasi ojek. Namun karena panggilan hati, ia menerima order itu.
Apalagi pemesannya wanita yang mengirim makanan untuk takjil.
Kebetulan, orderan di aplikasi sedang sepi.
Dia mengaku kurang mengetahui secara detail ciri-ciri wanita pengirim paket.
Hanya saja sebelumnya dia menyebut bahwa wanita itu menggunakan hijab, tinggi sekitar 160 cm, dan orangnya putih.
"Sebenarnya nggak boleh (aplikasi offline). Kan saya panggilan hati. Ya saya enggak munafik juga butuh duit," kata dia dikutip dari Kompas.com.
Bandiman berharap kisah hidup anaknya itu bisa menjadi pelajaran bagi semua.
Baca: Viral Paket Sate Misterius Menewaskan Anak Ojek Online, Racun Mengandung CN atau Sianida
Baca: Deretan Fakta Anak Driver Ojol di Yogyakarta Tewas setelah Makan Sate Kiriman Wanita Misterius
"Ya harapan keluarga semoga kasus ini diselesaikan tuntas jangan sampai berhenti di tengah jalan," kata Bandiman Bandiman sudah menyerahkan kasus ini kepada seorang pengacara yang juga suami dari guru sekolah Naba.
"Ini jadi pelajaran bagi rekan ojol kalau menerima orderan fiktif diteliti lebih lanjut. Supaya tidak menimpa rekan ojol yang lain," kata dia.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat menerima paket dari orang tak dikenal.
Imbauan juga diberikan kepada pengemudi ojek online saat menerima orderan.
Baca artikel lain mengenai kasus racun sate lontong di Bantul di sini.
(TribunnewsWiki.com/Restu)