TRIBUNNEWSWIKI.COM - Film Tarian Lengger Maut produksi Visinema Pictures dan Aenigma Pictures bakal tayang di bioskop pada momen libur lebaran 2021.
Sebelum resmi dirilis di bioskop, Visinema dan Aenigma menggelar pemutaran khusus yang dihadiri oleh rekan media, keluarga, dan teman–teman sesama pekerja seni di Plaza Senayan XXI, Jumat (30/4/2021).
Acara ini dihadiri oleh Angga Dwimas Sasongko selaku eksekutif produser, Aryanna Yuris, dan Cristian Imanuell sebagai produser, dan juga Yongki Ongestu sebagai sutradara.
Para pemain pun, Refal Hady serta Della Dartyan, turut hadir dalam pemutaran khusus tersebut.
Angga menjelaskan dalam konferensi pers setelah pemutaran filmnya bahwa ia menyambut baik kolaborasi diantara Visinema dan Aenigma.
Angga meyakini filmnya dapat memberikan alternatif tontonan yang fresh pada libur lebaran mendatang.
Baca: Kim Rae Won, Lee Jong Suk hingga Cha Eun Woo ASTRO Dikonfirmasi Perankan Film Aksi Decibel
Baca: Anthony Hopkins Raih Aktor Terbaik Piala Oscar Lewat Film The Father
“Ini adalah salah satu upaya kami, untuk tetap menghadirkan konten yang bisa dinikmati oleh penonton. Film ini juga kado di tengah libur lebaran untuk penonton yang rindu menonton film di bioskop,” ungkap Angga.
Tarian Lengger Maut adalah film perdana yang dirilis oleh Visinema dan Aenigma dengan genre drama thriller.
Film ini mengangkat kisah tentang dr. Jati (Refal Hady) seorang dokter yang baru bertugas di Desa Pagar Alas yang ternyata seorang pembunuh berdarah dingin dan terobsesi dengan jantung manusia.
Dokter Jati tanpa sengaja bertemu dengan Sukma (Della Dartyan) sang penari lengger.
Tarian Sukma membuat jantung dr. Jati berdegup kencang setiap melihatnya menari.
Pada saat yang sama, keadaan desa menjadi mencekam karena banyak warga yang hilang.
Mereka percaya bahwa satu satunya yang dapat menghentikan petaka itu adalah ritual tarian Lengger.
Sebagai calon penari lengger, Sukma menjalani ritual demi mendapatkan anugerah Indang yang dipercaya dapat melindungi sang Penari Lengger.
Baca: Della Dartyan
Baca: Refal Hady
Yongki Ongestu selaku sutradara mengungkapkan alasannya tertarik untuk mengangkat kisah ini menjadi film.
“Film ini sebetulnya terinspirasi dari keinginan untuk mempopulerkan budaya tarian lengger yang kita jahit ceritanya dalam bentuk drama thriller, supaya bisa lebih mudah diterima oleh penonton. Selain itu selama proses produksinya, kita banyak berkolaborasi dengan seniman dan pembuat film lokal di daerah Banyumas,” tutur Yongki.
Nama Della Dartyan yang sudah tak asing lagi, berhasil merebut perhatian dan kepercayaan penonton bahwa ia adalah seorang penari lengger.
Della berlatih lebih dari 30 hari di Purworkerto, khusus untuk belajar menari langsung dari maestro tari Lengger.
“Diberi kepercayaan memerankan karakter Sukma itu adalah tantangan tersendiri buat saya. Karakter Sukma yang complicated menuntut saya untuk tidak hanya memperkaya kualitas akting, tapi juga belajar menari profesional. Film ini memberikan pengalaman baru buat saya,” kata Della menjelaskan.
Lawan main Della, Refal Hady, pun mengungkapkan bahwa ia sudah lama mendambakan peran seorang pembunuh berdarah dingin ini.