KKB Papua Resmi Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Ini Penjelasan Mahfud MD

Mahfud MD menjelaskan, definisi teroris berdasarkan UU tersebut adalah orang yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme


zoom-inlihat foto
Rumah-guru-yang-dibakar-KKB-di-Kampung-Dambet-Distrik-Beoga.jpg
HUMAS SATGAS NEMANGKAWI
Rumah guru yang dibakar KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (17/4/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menetapkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sebagai salah satu organisasi teroris.

Menurut Mahfud MD, keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan pandangan Ketua MPR, pimpinan BIN, pimpinan Polri, dan pimpinan TNI.

Hal tersebut juga sejalan dengan fakta banyaknya tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah daerah, dan DPRD Papua yang datang kepada pemerintah, khususnya Kemenko Polhukam.

Mereka ingin adanya kebijakan untuk menangani aksi kekerasan di Papua.

Pemerintah menyatakan mereka yang melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal secara masif, sesuai dengan ketentuan UU 5/2018 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme.

Mahfud MD menjelaskan, definisi teroris berdasarkan UU tersebut adalah orang yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme.

Sedangkan terorisme, merupakan setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan yang memicu suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Tindakan tersebut dapat menimbulkan korban secara massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

Tidak hanya KKB, pemerintah juga menyatakan siapapun yang berafiliasi dengan KKKB termasuk ke dalam tindakan teroris.

"Berdasarkan definisi yang dicantumkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018."

"Maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," tegas Mahfud MD saat konferensi pers, Kamis (29/4/2021).

Menkopolhukam, Mahfud MD memberikan keterangan pers terkait pertemuan
Menkopolhukam, Mahfud MD memberikan keterangan pers terkait pertemuan (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Rusman)

Untuk itu, pemerintah meminta Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait, untuk melakukan tindakan terhadap organisasi tersebut.

"Untuk itu maka pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait untuk melakukan tindakan secara cepat, tegas, dan terukur menurut hukum."

"Dalam arti jangan sampai menyasar ke masyarakat sipil," beber Mahfud MD.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin juga mengimbau pemerintah mendefinisikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai organisasi teroris, sesuai UU 5/2018 tentang Terorisme.

Termasuk dalam hal ini Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), Organisasi Papua Merdeka (OPM), dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB).

Menurut Azis, kelompok bersenjata di Papua sejatinya para pelaku atau terduga terorisme, karena melakukan teror, ancaman, menyandera, membunuh, menyiksa dan menculik warga sipil, seringkali dengan motif politik.

"Maka mereka adalah teroris."

"Sama halnya dengan kelompok di Poso, di Bima, di Jawa Barat, Jawa Tengah ataupun Jawa Timur."

"Keengganan pemerintah melakukan pelabelan sebagai terorisme terhadap KKB sejenis Kelompok Egianus Kogoya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved