Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pakat merupakan makanan khas Bulan Ramadan masyarakat Mandailing dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pakat juga dikenal sebagai lalapan khas Mandailing.
Pakat merupakan pucuk muda pohon rotan yang kemudian dibakar.
Makanan yang satu ini juga bisa diolah dengan cara direbus.
Rasa yang lezat membuat Pakat sangat cocok sebagai makanan buka puasa.
Biasanya pakat yang dijual di pasaran berasal dari Langga Payung, Kota Pinang, Rantau Prapat, dan Mandailing Natal.
Daerah-daerah tersebut memang terkenal banyak menghasilkan pakat.
Harga pakat dibanderol sekitar Rp 2.500. (1)
Baca: Bubur Kampiun
Cara Membuatnya #
Proses membuat pakat diawali dengan memilih rotan-rotan muda.(2)
Lalu rotan dipotong-potong dan dibakar di atas tungku selama 1 jam.
Setelah matang, rotan dikupas dan diambil bagian dalamnya.
Daging rotan lalu dipotong-potong berukuran sekitar 5 cm.
Cara membuat pakat cukup mudah, namun tak banyak orang sekarang yang mau melakukannya di rumah.
Hal ini karena proses membakar yang cukup merepotkan.
Apalagi saat ini, banyak penjual pakat yang sudah sekalian membakarnya.
Baca: Kue Pancong
Cara Penyajian #
Cara penyajian pakat cukup beragam.
Olahan pakat yang paling sering yaitu dijadikan sebagai lalapan dan dicocol sambal.
Ada yang memasak pakat dengan santan.
Pakat bisa dicampur dengan beragam sayuran.
Selain itu, pakat bisa ditambah cabe dan bawang irisan.
(TribunnewsWiki/cva)
| Nama Makanan | Pakat |
|---|
| Bahan Dasar | Ujung muda pohon rotan |
|---|
Sumber :
1. medan.tribunnews.com
2. merahputih.com