Hematoma Epidural

Hematoma epidural adalah kumpulan darah yang terbentuk di dalam ruang antara tengkorak dan selubung pelindung otak.


zoom-inlihat foto
Cedera-Kepala-Jangan-Diabaikan-Ketahui-Bahaya-yang-Mengintai.jpg
SehatQ
Ilustrasi cedera pada kepala

Hematoma epidural adalah kumpulan darah yang terbentuk di dalam ruang antara tengkorak dan selubung pelindung otak.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hematoma epidural adalah kumpulan darah yang terbentuk di dalam ruang antara tengkorak dan selubung pelindung otak.

Otak yang mengalami cedera akan mengalami guncangan.

Kondisi ini bisa membuat lapisan internal, jaringan, dan pembuluh darah robek sehingga menyebabkan pendarahan yang biasa disebut hematoma.

Hematoma epidural bisa memberikan tekanan pada otak sehingga membuatnya membengkak. Pembengkakan bisa membuat otak bergeser di dalam tengkorak.

Kerusakan yang terjadi dapat memengaruhi banyak hal, mulai dari penglihatan, ucapan, mobilitas, dan tingkat kesadaran penderita.

Jika terus dibiarkan, hematoma epidural dapat menyebabkan kerusakan otak yang berlangsung lama.

Bahkan, kondisi ini berisiko menyebabkan kematian, jadi harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Secara umum, penyebab hematoma epidural adalah luka atau trauma pada bagian kepala, contohnya kecelakaan, pukulan atau benturan keras di kepala, atau terjatuh.

Inilah 7 Penyebab Perdarahan Dalam Otak
Inilah 7 Penyebab Perdarahan Dalam Otak

Baca: Kanker Otak

Baca: Hipotermia

  • Gejala #


Gejala hematoma epidural tergantung pada tingkat keparahannya. Secara umum, gejala ini meliputi

• sakit kepala yang makin parah,

• muntah,

• mual,

• mengantuk atau kehilangan kesadaran,

• Pupil pada salah satu mata yang membesar

• bicara cadel,

• kesulitan berbicara,

• kelumpuhan pada sisi tubuh yang berlawanan dengan lokasi cedera kepala,

• leher yang kaku,

• sulit berjalan atau menjaga keseimbangan,

• gangguan pada penglihatan,

• kesulitan bernapas atau mengalami perubahan pola pernapasan,

Penderita dapat mengalami gejala dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah terluka atau kecelakaan yang melibatkan trauma kepala.

  • Pengobatan #


Cara mengobati hematoma epidural akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan gejala yang muncul.

Dokter juga akan mempertimbangkan ada tidaknya cedera pada bagian tubuh lain atau penyakit penyerta.

Secara umum, dokter dapat merekomendasikan sederet penanganan hematoma epidural di bawah ini:

1. Operasi

Pada sebagian besar penderita epidural hematoma, dokter akan merekomendasikan operasi yang disebut kraniotomi.

Operasi ini dilakukan dengan membuka bagian tengkorak supaya perdarahan dapat dibersihkan sehingga tekanan dalam tengkorak akan berkurang.

2. Obat-obatan

Sebelum melakukan operasi, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan golongan agen hiperosmosis guna mengurangi pembengkakan otak.

Contoh obat ini meliputi mannitol, gliserol, dan hypertonic saline.

3. Terapi rehabilitasi

Dokter juga dapat menyarankan terapi rehabilitasi. Terapi ini bertujuan agar penderita hematoma epidural mampu mengatasi kesulitan yang timbul akibat cedera.

Terapi rehabilitasi bisa digunakan untuk mengelola kondisi disabilitas yang meliputi kelemahan, susah menahan buang air kecil, sukar berjalan, kelumpuhan, serta tidak mampu merasakan suatu sensasi.

4. Perawatan di rumah

Proses pemulihan hematoma epidural umumnya membutuhkan waktu selama enam bulan setelah cedera terjadi.

Perawatan tambahan mungkin saja memerlukan waktu hingga dua tahun.

Untuk membantu proses pemulihan ini, dokter bisa menyarankan pasien untuk melakukan beberapa langkah berikut:

• Mematuhi penanganan medis yang sudah direkomendasikan;

• Beristirahat saat lelah dan memenuhi kebutuhan tidur;

• Menambah aktivitas secara bertahap dan jangan memaksakan diri;

• Menghindari olahraga yang menuntuk kontak fisik, seperti rugby, sepak bola, basket, dan lainnya;

• Tidak mengonsumsi alkohol.

Baca: Radang Otak (Encephalitis)

  • Pencegahan #


Hematoma epidural biasanya terjadi akibat kecelakaan atau cedera pada kepala.

Meski kejadian ini umumnya tidak selalu dapat dihindari, risikonya bisa diminimalisir dengan cara-cara berikut.

• Memakai helm atau sabuk pengaman saat mengendarai berkendara;

• Mengenakan alat pelindung yang sesuai saat berolahraga maupun bekerja;

• Menyesuaikan desain rumah agar terhindar dari benturan maupun terjatuh, teruma untuk anak-anak dan kalangan lanjut usia (lansia).

Baca: Hematoma Subdural

Baca: Hematoma

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Gejala Sakit kepala, mual dan muntah, mual, kehilangan kesadaran
Faktor Usia, konsumsi alkohol, pernah mengalami cedera kepala
Diagnosis X-ray, CT scan, pemeriksaan saraf
Pengobatan Obat-obatan, operasi, terapi rehabilitasi
Komplikasi Koma, kelumpuhan, kematian
Dokter Spesialis Bedah


Sumber :


1. www.sehatq.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved