TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah video yang diunggah warganet di beberapa media sosial menggambarkan aksi dua kakek paruh baya mencabuli anak 8 tahun, Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021).
Kedua kakek tersebut dipukuli hingga diinjak warga atas dugaan pelecahan.
Video viral yang beredar di akun instagram @infoparung, Kamis (22/4/2021).
Dalam video tersebut, warga beramai-ramai memukuli dan menginjak pelaku yang sudah jatuh tak berdaya di lantai teras rumah.
Bersadarkan rekaman video itu nampak belasan warga nekat menerobos rumah Kepala Desa Cibentang untuk mengamankan pelaku agar tidak diamuk massa.
Keadaan mulai bisa mereda ketika anggota kepolisian datang ke tempat kejadian.
Baca: Viral Video Syur Wanita Rusia di Bali, Akun IG-nya Diserbu Warganet
Insiden pemukulan itu nampak disaksikan oleh ibu-ibu hingga anak kecil.
Berdasarkan unggahanan video tersebut, anak 8 tahun yang menjadi korban pelecehan telah dicabuli sebanyak lima kali.
Hingga Jumat (23/4/2021) pagi, unggahan itu telah mendapatkan ribuan like dan ratusan komentar.
Banyak warganet ikut geram mengetahui aksi dua kakek paruh baya yang menjadi pelaku pelecehan anak 8 tahun.
Namun ada netizen yang menyayangkan sikap warga main hakim sendiri.
"Jahat banget gila aki2 ga inget umur yg kaya gt halal ko nyawanya dicabut" ujar @dindazarani.
"Jangan jangan, jangan ragu2 mbonyokin nya" tulis @poetramilan.
"Disini gua bukan berpihak ke si kakek nya, cuma di sayangkan perlakuan warganya yang main hakim sendiri, merasa paling benar, kita hidup di negara hukum, masalah seperti itu sebaiknya di selesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dan jangan main hakim sendiri" papar @maulana_ad17.
"Ya allah orang gak ada akhlak, kasian anak nya nya akan jadi trauma selama nya." ujar @sugiatna29.
"Kasus beginian bakal disalurin di penjara sama penghuni yg lain" ujar @opevanjava.
Baca: Viral karena Buat Konten soal Pemeriksaan Kandungan, Dokter Kevin Samuel Akui Tak Pikir Panjang
Dikutip dari TribunnewsBogor.com, TKP tempat pelaku dianiaya diketahui merupakan rumah kepala desa setempat.
Hasanudin selaku kades setempat mengiyakan bahwa peristiwa yang viral itu terjadi di kediamannya.
"Memang benar adanya seperti itu. Kami Pemdes mengamankan pelaku dari amukan massa," ujarnya, Kamis (22/4/2021).