POPULER Nasional: Penyebab Hilangnya KRI Nanggala-402 | Jokowi Diminta Buka Suara soal Isu Reshuffle

Simak berita populer nasional TribunnewsWiki dalam 24 jam terakhir. Mulai dari penyebab hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 hingga isu reshuffle


zoom-inlihat foto
3-KRI-Nanggala-402.jpg
tribunnews.com
Kapal Selam KRI Nanggala-402.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah berita populer nasional TribunnewsWiki dalam 24 jam terakhir.

Mulai dari penyebab hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021), hingga Seknas Jokowi yang meminta Presiden buka suara terkait gonjang-ganjing isu reshuffle.

1. Penyabab Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402

Hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 pada Rabu (21/4/2021) diduga kuat karena mengalami black out hingga BBM yang bocor.

“Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak,” ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu, dilansir Tribunnews.

Hal itu mengakibatkan, KRI Nanggala-402 diduga tak bisa dikendalikan sehingga jatuh pada kedalaman 600 hingga 700 meter.

Kapal Selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak di perairan Bali pada Rabu 21 April (facebook)
Kapal Selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak di perairan Bali pada Rabu 21 April (facebook) (facebook)

Baca: POPULER Nasional: Pengakuan Wartawan Tempo saat Dianiaya | Rapsel Ali Diisukan Bakal Jadi Menteri

Baca: POPULER Nasional: Pria Ngaku Nabi Ke-26 | 8 Daerah di Indonesia Tidak Ada Kasus Covid-19

Hadi berharap, kapal selam buatan Jerman itu masih bisa ditemukan, lantaran terdapat 53 personel di dalamnya.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunnews, KRI Nanggala-402 diduga tak bisa melaksanakan prosedur kedaruratan saat terjadi black out.

Sebagai informasi, kapal selam memiliki tombol darurat untuk mendorong kapal supaya bisa muncul ke permukaan.

Selain dugaan black out, ditemukan tumpahan minyak di sekitar area tenggelamnya KRI Nanggala-402 oleh tim pencari.

Kemungkinan tangki BBM KRI Nanggala-402 mengalami retak karena tekanan air laut.

"Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara dengan helikopter, ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam," dikutip dari keterangam resmi Biro Humas Kementerian Pertahanan, dilansir Tribunnews.

Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4/2021).
Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4/2021). (KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO)

Baca: Fakta Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak Rabu 21 April, Dipakai Angkatan Laut Sedunia

Baca: Dugaan Penyebab Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, Alami Black Out hingga Tangki BBM Bocor

Kendati begitu, pencarian masih terus dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian menggunakan side scan sonar.

Selain itu, upaya pencarian KRI-Nanggala 402 juga melibatkan bantuan Singapura dan Australia.

Hadi mengungkapkan, keterlibatan negara lain itu dikarenakan selama ini TNI telah bekerja sama dengan dua negara tersebut terkait kecelakaan dalam latihan.

"Kita selama ini punya kerja sama ya kalau pencarian dan sebagainya terkait dengan kecelakaan latihan dengan Singapura maupun Australia."

"Sudah kita laksanakan, kita komunikasikan," ujarnya.

Selain Australia dan Singapura, AL India juga siap membantu mencari KRI Nanggala-402.

Tak hanya itu, TNI juga melibatkan KRI Spica dan seluruh kapal TNI yang memiliki kemampuan deteksi di bawah permukaan air, untuk mencari KRI Nanggala-402.

Diketahui, KRI Nanggala-402 awalnya akan mengikuti skenario latihan penembakan rudal laut di Bali.

Latihan yang rencananya dihadiri Panglima TNI dan KSAL Laksamana Yudho Margono itu akan digelar pada Kamis (22/4/2021).

Kapal Selam KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam milik Satuan TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.

KRI Nanggala merupakan kapal selam kedua dalam jenis kapal selam kelas Cakra dan dibawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.

2. Seknas Jokowi Minta Presiden Buka Suara Terkait Isu Reshuffle

Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi menyarankan Presiden untuk angkat bicara soal isu reshuffle kabinet.

Dedy menyebut, hal ini untuk menghindari kegaduhan.

Selain itu menurut dia perlu adanya penegasan tidak ada perubahan ulang di kabinet kecuali hanya untuk mengisi kursi Menteri Investasi sebagai nomenklatur baru.

"Untuk menghindari kegaduhan, kami menyarankan Presiden Jokowi sebaiknya  menyampaikan langsung ke masyarakat tidak ada menteri yang di reshuffle,

yang ada penambahan menteri baru untuk kementerian investasi," kata Dedy Mawardi kepada wartawan, Kamis (22/4/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Seknas Jokowi mencermati, ada sedikit kegaduhan sejak disahkannya pembentukan Kementerian Investasi serta meleburnya Kementerian Ristek dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dedy Mawardi.
Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dedy Mawardi. (Dok Seknas Jokowi)

Baca: Hindari Keributan, Seknas Jokowi Minta Presiden Angkat Bicara Terkait Reshuffle Kabinet

Baca: Pengumuman Reshuffle Kabinet Ditunda, Hari Ini Jokowi Temui Petani di Jabar Bahas Produksi Beras

Belakangan juga senter diberitakan nama-nama yang mengisi kursi Menteri Investasi dan Mendikbudristek.

Kemudian juga hal ini menyasar ke beberapa menteri yang dianggap layak untuk di-reshuffle.

Wacana perombakan kabinet ini tentu saja mencuri perhatian publik.

Oleh sebab itu Dedy menyarankan Presiden Jokowi untuk angkat bicara dan memberi penjelasan serta penegasan.

Sehingga setelah itu tidak ada lagi kegaduhan seperti sekarang ini.

"Penjelasan langsung dari Presiden agar isu reshuffle gak rame seperti sekarang ini," ujarnya.

Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi menyarankan Presiden untuk angkat bicara soal isu reshuffle kabinet untuk menghindari kegaduhan.
Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi menyarankan Presiden untuk angkat bicara soal isu reshuffle kabinet untuk menghindari kegaduhan. (instagram.com/jokowi)

Baca: Profil Rapsel Ali, Menantu Maruf Amin yang Disebut Bakal Jadi Menteri Baru Jokowi

Baca: Nama Menteri yang Tak Mungkin Direshuffle, dari Ketum Parpol hingga Sosok di Bidang Infrastruktur

Seandainya da reshuffle kabinet saat ini, Dedy meyakini tidak akan bisa memberi perubahan pada kinerja kementerian yang dipimpin menteri baru untuk mewujudkan keinginan Jokowi.

Menurut Dedy hal ini dikarenakan yang mengurusi kementerian bukanlah menteri semata.

Tetapi ada jaringan birokrasi di bawah menteri yang harus diubah visi dan misi agar sejalan dengan visi dan misi Presiden.

Ia menegaskan, pergantian menteri itu bukan solusi dari masalah, tapi reshuffle itu sendiri yang sebenarnya bisa jadi masalah dari jebloknya kinerja.

"Contoh konkret itu  seperti apa yang terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kasus hilangnya nama KH Hasyim Ashari dari Kamus Sejarah," ucapnya.

Meski demikian, Seknas Jokowi kata dia lagi, tetap mendukung apabila Presiden Jokowi merombak kabinetnya.

Hanya disarankan, perombakan tersebut supaya  tidak dilakukan setiap tahun.

Kecuali menteri yang gagal mewujudkan program atau kebijakan presiden.

Baca lengkap soal berita populer nasional di sini

(TribunnewsWiki.com/Puan/SO, Tribunnews.com/Chaerul Umam)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved